TVRINews, Magetan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin ziarah dan tabur bunga di makam Pahlawan Nasional sekaligus Gubernur pertama Jawa Timur Raden Mas Tumenggung Ario (RMTA) Soerjo di Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Selasa, 6 Oktober 2026.
Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang diperingati setiap 12 Oktober. Tradisi ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan pengabdian RMTA Soerjo sekaligus merefleksikan nilai kepemimpinan yang dapat diterapkan pada masa kini.
Prosesi berlangsung khidmat dengan rangkaian penghormatan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, hingga tabur bunga. Khofifah didampingi Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiati, jajaran Forkopimda Jawa Timur dan Kabupaten Magetan, serta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Khofifah mengatakan ziarah tersebut bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk meneruskan semangat perjuangan dan pengabdian para pendahulu.
“Hari ini dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim, kami melakukan ziarah ke Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah mendahului kita semua,” kata Khofifah.
“Kita berada di area maqbarah atau makam beliau, harapan kita napas kejuangan dan keberanian untuk membela kemerdekaan itu akan menjadi refleksi bersama sebagai warga bangsa,” imbuhnya.
RMTA Soerjo merupakan gubernur pertama Jawa Timur yang memimpin pada masa awal kemerdekaan. Ia ditunjuk sebagai gubernur pada 1945 dan dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Jawa Timur. Sebelumnya, ia pernah menjabat Bupati Magetan dan Residen Bojonegoro.
Menurut Khofifah, salah satu nilai penting yang dapat diteladani dari RMTA Soerjo adalah kekuatan kepemimpinan, terutama ketika harus mengambil keputusan dalam situasi sulit.
“Terima kasih kita kepada RMTA Soerjo yang sudah memiliki strong leadership, jadi kepemimpinan yang sangat kuat, hari itu kalau kepemimpinan tidak kuat itu bisa oleng,” ujarnya.
Ia mengajak para pemimpin untuk menerapkan nilai tersebut sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing.
“Mari kita lakukan refleksi untuk kita semua menjadi bagian dari kepemimpinan yang kuat di sektor dan bidang kita masing-masing,” ungkap Khofifah.
Khofifah mengatakan dirinya selalu memimpin ziarah ke makam RMTA Soerjo sejak mendapat mandat memimpin Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya merefleksikan perjuangan RMTA Soerjo dalam konteks tantangan masa kini.
“Sejak kami mendapat mandat di Pemprov, yang memimpin ziarah ke Gubernur pertama, RMTA Soerjo itu selalu saya. Ini bagian dari penghormatan sekaligus bagaimana kita merefleksikan kejuangan beliau di dalam konteks kejuangan hari ini,” jelasnya.
Khofifah juga menyinggung keberanian RMTA Soerjo dalam menghadapi situasi setelah Proklamasi Kemerdekaan. Menurutnya, keputusan yang diambil pada masa tersebut membutuhkan keberanian karena berkaitan dengan upaya mempertahankan kemerdekaan yang baru diraih.
“Jadi kalau saat itu tentara Inggris datang, dan Bung Karno menyerahkan kepada RMTA Soerjo pada saat itu, untuk mengambil keputusan, itu bukan sesuatu yang sederhana,” tuturnya.
Khofifah menilai semangat tersebut masih relevan untuk direfleksikan saat ini. Menurutnya, mempertahankan kemerdekaan tidak hanya membutuhkan semangat juang, tetapi juga keberanian dalam mengambil keputusan.
“Mempertahankan kemerdekaan RI perlu keberanian selain semangat juang,” pungkas Khofifah.










