TVRINews, Magetan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial, tali asih pilar sosial, dan dukungan pemberdayaan senilai Rp9,8674 miliar kepada masyarakat Kabupaten Magetan.
Bantuan diserahkan di Pendopo Surya Graha, Selasa, 6 Oktober 2026, sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Khofifah mengatakan bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi pengungkit ketahanan dan kemandirian ekonomi keluarga. Ia meminta bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukan dan diikuti pendampingan secara berkelanjutan.
“Saya berharap seluruh bantuan ini tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat manfaat. Lebih dari itu, saya ingin bantuan ini memberikan efek pengungkit (multiplier effect) bagi ketahanan ekonomi Bapak/Ibu sekalian,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, perlindungan sosial tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Program bantuan juga harus menjadi pintu masuk untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian masyarakat.
Di Magetan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sekitar Rp4,625 miliar. Bantuan tersebut antara lain berupa Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) kepada 1.289 keluarga dengan nilai Rp2 juta per keluarga per tahun, bantuan kemiskinan ekstrem untuk 717 penerima masing-masing Rp1,5 juta per tahun, serta BLT bagi 189 buruh pabrik rokok dengan nilai Rp1 juta per penerima per tahun.
Bantuan Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) juga diberikan kepada 138 penerima dengan nilai Rp3,6 juta per penerima per tahun.
Selain itu, terdapat dukungan operasional dan tali asih bagi 127 pilar sosial yang terdiri atas pendamping disabilitas, pendamping PKH Plus, TKSK, dan Tagana dengan total Rp286,6 juta.
Khofifah menjelaskan, program tersebut menyasar masyarakat dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 dengan kualifikasi tertentu, termasuk perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, lansia kurang mampu, serta penyandang disabilitas berat.
“Kita lakukan ini untuk memberikan support kepada mereka yang terkategori desil 1 sampai 4 dengan kualifikasi tertentu. Ada perempuan rawan kemiskinan ekonomi, yaitu mereka yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, misalnya karena ditinggal suami atau dalam kondisi tertentu harus menopang kebutuhan keluarganya sendiri,” jelasnya.
Untuk mendorong aktivitas ekonomi produktif, BUMD Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan zakat produktif kepada 100 penerima manfaat. Masing-masing menerima Rp500 ribu untuk mendukung modal usaha.
Sementara itu, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Timur, disalurkan berbagai program pemberdayaan senilai Rp921,5 juta. Bantuan tersebut mencakup program BUM Desa, Desa Berdaya, Jatim Puspa, dan Bantuan Keuangan Kabupaten.
Pemprov Jatim juga menyalurkan Bantuan Keuangan Desa dengan total sekitar Rp4,27 miliar melalui sejumlah organisasi perangkat daerah.
Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan desa, termasuk sektor permukiman, transportasi, infrastruktur jalan, serta pertanian.
Secara keseluruhan, Pemprov Jatim mengalokasikan Rp171,2695 miliar pada 2026 untuk program bantuan sosial dan tali asih Pilar-Pilar Sosial yang disalurkan kepada masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Khofifah meminta para pendamping sosial ikut memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, pendamping memiliki peran penting agar bantuan tidak berhenti sebagai dukungan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari proses menuju kemandirian.
“Panjenengan semua adalah garda terdepan dalam memastikan program perlindungan sosial berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Khofifah.
Ia juga mengapresiasi para pendamping sosial yang selama ini berada di lapangan, termasuk TKSK, Tagana, pendamping disabilitas, dan SDM PKH Plus.
Khofifah mengatakan berbagai program tersebut merupakan bagian dari implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya pilar Jatim Sejahtera. Pemerintah provinsi, kata dia, terus mendorong perlindungan sosial yang adaptif sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kemandirian desa dan kerja sama lintas sektor.
“Program ini menjadi salah satu ikhtiar Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045 dengan memastikan tidak ada warga yang tertinggal (no one left behind),” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah juga membagikan Al-Qur'an hadiah dari Raja Salman kepada Bupati Magetan, jajaran Forkopimda, serta masyarakat yang hadir.
Ia turut menyerahkan paket sembako kepada masyarakat sebagai bagian dari rangkaian silaturahmi dan kepedulian sosial di Magetan.










