TVRINews, Surabaya
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong penguatan peran Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) sebagai mitra strategis pemerintah dalam penanganan berbagai permasalahan sosial di masyarakat, khususnya di Jawa Timur.
Menurut Gus Ipul, LKS memiliki peran penting dalam membantu negara menjangkau kelompok rentan dan menangani berbagai persoalan sosial yang muncul di lapangan.
“Kami ingin LKS benar-benar menjadi mitra yang kuat dan dapat memberikan layanan sosial secara optimal kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Gus Ipul, dikutip Senin, 11 Mei 2026.
Kementerian Sosial mencatat masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi LKS, di antaranya keterbatasan tenaga profesional, ketergantungan pada bantuan, tingginya pergantian pengurus, tata kelola yang belum seragam, serta kesulitan dalam memenuhi standar akreditasi.
Melalui forum dialog tersebut, Gus Ipul menyebut pemerintah ingin menyerap masukan sekaligus menyusun rencana aksi untuk meningkatkan kualitas layanan LKS ke depan.
Ia menilai Jawa Timur memiliki peran strategis dalam penguatan layanan sosial nasional, mengingat jumlah LKS di provinsi tersebut mencapai sekitar 2.500 dari total 13.000 LKS di Indonesia.
“Di Jawa Timur, sekitar 60 persen LKS sudah terakreditasi A, B, dan C. Ini menjadi modal penting untuk melakukan peningkatan kualitas layanan secara nasional,” jelasnya.
Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai telah mendukung upaya penguatan LKS di daerah.
Ia menegaskan, ke depan penguatan LKS tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga perlu dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Karena itu, LKS harus diperkuat agar lebih kredibel dan terpercaya,” katanya.
Dengan tata kelola yang baik dan layanan yang profesional, Gus Ipul berharap LKS dapat lebih mudah mendapatkan dukungan dari para donatur dan mitra lainnya untuk memperluas layanan sosial di masyarakat.










