TVRINews, Bangkalan
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, resmi membuka Karya Bhakti Skala Besar dalam rangka percepatan pembangunan wilayah Madura di Alun-Alun Kabupaten Bangkalan, Senin, 6 Juli 2026.
Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026 ini dilaksanakan melalui sinergi TNI Angkatan Darat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten di Madura, serta berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas unsur Forkopimda, TNI-Polri, kepala daerah se-Madura, perwakilan kementerian dan lembaga, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, mahasiswa, santri, hingga perwakilan kepala desa. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura.
Prosesi pembukaan diawali dengan penyambutan Pangdam V/Brawijaya di Makodim 0829/Bangkalan, dilanjutkan penampilan hadrah dan tari tradisional, penyerahan bantuan sosial, serta upacara pembukaan. Program secara simbolis dimulai melalui pemasangan peta Madura pada peta Indonesia sebagai tanda dimulainya percepatan pembangunan di wilayah tersebut.
Dalam amanatnya, Pangdam V/Brawijaya mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten di Madura, Forkopimda, kementerian, lembaga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, relawan, dan masyarakat dalam menyukseskan Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026.
"Bakti TNI AD merupakan wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara sekaligus implementasi Operasi Militer Selain Perang. Melalui kegiatan ini, TNI Angkatan Darat hadir membantu pemerintah daerah mengatasi kesulitan masyarakat, mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta memperkokoh ketahanan wilayah sebagai bagian dari ketahanan nasional,“ ujar Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin.
Mayjen TNI Rudy Saladin menjelaskan, program Bakti TNI AD Tahun Anggaran 2026 meliputi pembangunan 33 jembatan, 52 sumur bor, 20 rumah ibadah, renovasi 400 rumah tidak layak huni beserta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), rehabilitasi 12 sekolah, dan empat panti asuhan.
Program juga mencakup kegiatan nonfisik, antara lain operasi katarak bagi 313 orang, khitanan massal untuk 300 peserta, donor darah dengan target 1.000 kantong, bakti kesehatan, bakti lingkungan di 200 titik, bantuan mesin irigasi, penanaman 2.000 pohon trembesi, serta pemberian kaki palsu dan kursi roda bagi masyarakat yang membutuhkan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan yang merata. Menurutnya, Karya Bhakti Skala Besar di Madura diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan persatuan di Jawa Timur.
Usai upacara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan tari Tarara dan pencak silat PS Joko Tole, peninjauan Posko Karya Bhakti Skala Besar, serta pemberangkatan karnaval sebagai rangkaian pembukaan Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun 2026 di wilayah Madura.
Melalui program ini, TNI AD bersama pemerintah daerah menargetkan percepatan pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.










