TVRINews, Lumajang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban tanah longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menemui keluarga almarhum Imron Rosadi (40) dan putrinya, Hilya (9), yang meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.
Khofifah mendoakan agar kedua korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.
“Innalilahi Wainailaihi Rojiun mudah mudahan almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT. Seluruh khilafnya diampuni dan diterima seluruh amal baik serta dipanggil dalam keadaan husnul khotimah,” ungkapnya kutip Selasa, 3 November 2026.
Selain menyampaikan belasungkawa, Khofifah menyerahkan santunan kepada keluarga korban dan bantuan sembako bagi masyarakat sekitar. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan bantuan material bangunan untuk mendukung perbaikan rumah warga yang rusak akibat longsor.
Bantuan tersebut meliputi 75 sak semen Portland, 5.000 bata merah, 1.500 genteng, dan 60 batang kayu balok.
Di tengah kunjungan tersebut, Khofifah turut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi peralihan musim kemarau menuju musim hujan. Menurutnya, perubahan cuaca perlu diantisipasi karena sejumlah wilayah Jawa Timur masih mengalami kekeringan, sementara daerah lainnya mulai diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
“Di beberapa tempat kita masih menemukan kelangkaan air bersih. Dropping air bersih masih dilakukan dengan pelibatan BPBD Provinsi Jawa Timur. Sebetulnya prediksi BMKG setelah direvisi, semula puncak kekeringan di bulan September, kemudian direvisi puncak kekeringan di bulan November untuk Jawa Timur,” jelasnya.
Khofifah menyebut hujan diprediksi mulai berlangsung pada Desember hingga Februari mendatang. Ia bersyukur hujan mulai turun di sejumlah wilayah Jawa Timur setelah berbagai elemen masyarakat melakukan ikhtiar, termasuk melalui doa bersama dan salat istisqa di masjid maupun pesantren.
“Tentu harapan kita adalah hujan yang membawa rahmat dan manfaat,” harapnya.
Meski demikian, Khofifah mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, terutama tanah longsor di wilayah perbukitan dan lereng.
Sejumlah daerah di Jawa Timur telah mengalami kejadian longsor, di antaranya Trenggalek, Malang khususnya wilayah Tirtoyudo, serta Lumajang. Karena itu, menurut Khofifah, mitigasi bencana harus dilakukan sebelum musibah terjadi.
Ia meminta kesiapsiagaan dibangun secara berlapis, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga lingkungan masyarakat seperti RT dan RW. Kesiapsiagaan berbasis komunitas dinilai penting agar warga mampu mengenali potensi ancaman, memperkuat komunikasi, serta melakukan evakuasi lebih dini ketika muncul tanda-tanda bencana.
“Bagaimana secara komunitas, apakah RT, RW, desa, sama-sama membangun kewaspadaan dari desa setempat. Jangan sampai kemudian ada bencana alam yang berdampak pada hilangnya saudara-saudara kita dan akhirnya mereka meninggal dunia,” tegasnya.
Khofifah juga mengingatkan bahwa Indonesia, termasuk Jawa Timur, berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Kondisi tersebut membuat mitigasi dan kesiapsiagaan perlu menjadi kebiasaan bersama, bukan hanya dilakukan ketika bencana terjadi.
“Karena kita berada di Ring of Fire, maka kewaspadaan itu harus dilakukan berlapis. Pada saat musim kemarau belum semuanya selesai, kita sudah harus melakukan antisipasi menghadapi musim hujan yang memang sudah terjadi di beberapa daerah,” katanya.
Ia mengajak seluruh unsur pemerintah, aparat, relawan kebencanaan, dan masyarakat memperkuat koordinasi serta memastikan langkah antisipasi berjalan hingga tingkat lingkungan.
“Kewaspadaan berganda itu harus dilakukan oleh semua pihak, semua lini,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kehadiran Khofifah yang secara langsung menemui keluarga korban di rumah duka.
“Kami atas nama Pemkab Lumajang menyampaikan rasa terima kasih kepada ibu Gubernur atas seluruh perhatian bagi warga kami di Lumajang,” pungkasnya.









