TVRINews, Surabaya
Sebanyak enam partai tinju profesional non-gelar digelar di GOR Hayam Wuruk, Komando Daerah Militer V Brawijaya, Kota Surabaya. Ajang bertajuk Predalion Fight Night tersebut menjadi wadah bagi petinju muda dari berbagai daerah di Jawa Timur dan sekitarnya untuk mengasah kemampuan sekaligus membuktikan diri di atas ring.
Promotor Predalion Fight Night, Dary Rafly Alifyanto, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai ajang pertandingan, tetapi juga sebagai upaya membangkitkan kembali gairah tinju profesional di Jawa Timur.

"Harapan saya dengan adanya acara tinju profesional di Surabaya ini menjadi pembibitan untuk atlet-atlet tinju dan menggaet antusias masyarakat. Agar tinju ini menjadi ramai kembali seperti dulu,"ujar Dary.
Para petinju yang ambil bagian dalam ajang tersebut berasal dari sejumlah sasana di Surabaya, Jember, Solo, Gresik, hingga Malang. Keikutsertaan petinju dari berbagai daerah menunjukkan masih tingginya minat generasi muda terhadap olahraga tinju.
Menurut Dary, Jawa Timur memiliki ekosistem tinju yang cukup potensial.
Sejumlah sasana dan kamp latihan terus membina atlet-atlet muda, namun masih membutuhkan wadah kompetisi yang dapat memberikan pengalaman bertanding di level profesional.
"Banyak dari komunitas, camp, atau sasana yang menunggu wadah event-event tinju. Alhamdulillah untuk saat ini sudah mulai banyak event tinju. Banyak anak-anak muda sekarang lebih berfokus untuk berlatih tinju,"jelasnya.
Selain menjadi panggung bagi para atlet, Predalion Fight Night juga melibatkan pelaku usaha dan komunitas lokal. Keterlibatan band, tenant, dan komunitas diharapkan dapat membuat olahraga tinju berkembang sebagai bagian dari ekosistem hiburan sekaligus membuka peluang ekonomi.
"Walaupun dari mungkin dari acara entertainment seperti band, tenant, komunitas, atau bahkan dari atlet tinju itu sendiri, yang bisa mencari karir atau penghasilan dari olahraga tinju," ucapnya.
Dary menilai keberadaan wadah olahraga yang positif juga penting untuk membantu generasi muda menyalurkan energi dan bakatnya. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti tinju dapat menjadi alternatif bagi anak muda agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif.
"Itu juga menjadi perhatian kami kenapa banyak anak liar di jalan karena tidak ada wadah. Harapan kami, event tinju di Jatim membuka mata bahwa energi muda ini harus dikasih wadah," tegasnya.
Ia pun mengimbau para calon petinju untuk menjalani latihan di sasana atau camp yang memiliki pembinaan jelas. Dengan latihan yang terarah, para atlet diharapkan dapat mempersiapkan kemampuan fisik dan mental sebelum bertanding secara profesional.
"Jangan latihan ngawur. Cari sasana, cari camp yang benar, berlatih, dan tampillah di ring seperti ksatria. Jadilah ksatria di luar dan di dalam ring,"tuturnya.










