TVRINews, Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima dua penghargaan nasional sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Penguat Ketahanan Pangan Nasional. Penghargaan diserahkan langsung oleh Dahlan Iskan dalam sebuah ajang penghargaan kepala daerah yang digelar di Jakarta.
Atas penghargaan tersebut, Khofifah menyampaikan rasa syukur dan mengapresiasi seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus bekerja keras dan berinovasi di tengah tantangan fiskal akibat berkurangnya Dana Transfer ke Daerah (TKD).
Menurutnya, pengurangan transfer dari pemerintah pusat seharusnya tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat kreativitas dalam mengelola pembangunan daerah.
“Saya selalu menyampaikan tim di Pemprov, jangan kita kemudian melihat bahwa pengurangan TKD ini sebagai beban. Maka saya selalu menyampaikan pentingnya penyesuaian-penyesuaian. Jadi yang harus kita bangun adalah positif thinking,” tutur Khofifah.
Sebagai langkah adaptasi, Pemprov Jawa Timur mendorong berbagai skema creative financing di lingkungan organisasi perangkat daerah guna memaksimalkan potensi pendapatan daerah.
“Lewat Creative Financing ini kita lihat dan menyisir betul-betul per OPD yang punya UPT, semua efisiensinya bisa dilakukan dan di mana maksimalisasi PAD bisa dilakukan,” ujarnya.
Selain itu, Khofifah menilai program misi dagang menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat konektivitas ekonomi dan memperluas pasar bagi pelaku usaha Jawa Timur.
“Kesepakatan transaksi dari berbagai Misi Dagang selalu tembus di atas Rp1 triliun bahkan di misi dagang ke Malaysia kemarin tembus Rp14 triliun. Jadi kalau kita tidak bisa memberikan support finansial kepada pelaku usaha, paling tidak kita bisa membangun koneksitas,” katanya.
Di sektor pendidikan, Khofifah menegaskan bahwa berbagai program strategis tetap menjadi prioritas meskipun kondisi fiskal daerah mengalami tekanan. Menurutnya, investasi pada pendidikan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Sehingga ketika kita memasuki Indonesia Emas 2045 kita tidak kemudian menyesal bahwa kita tidak sedang benar-benar menyiapkan diri saat mendapatkan bonus demografi,” kata Khofifah.
Ia juga menyampaikan capaian pendidikan Jawa Timur yang dinilai konsisten menunjukkan hasil positif dalam beberapa tahun terakhir.
“Dan hasilnya, alhamdulillah selama tujuh tahun berturut-turut lulusan SMA SMK Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri baik dengan ataupun tanpa tes,” imbuhnya.
Sementara dalam sektor pangan, Khofifah menegaskan Jawa Timur tetap menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirilis pada awal Juni 2026, Jawa Timur diproyeksikan menjadi provinsi dengan produksi padi terbesar di Indonesia pada periode Januari hingga Juli 2026.
Potensi produksi padi Jawa Timur mencapai 7,71 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi teratas secara nasional.
“Kalau program pemerintah nasional adalah mewujudkan ketahanan pangan nasional, maka Jawa Timur Insya Allah sudah masuk pada Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Nasional,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dahlan Iskan menilai kepala daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga pemimpin yang mampu menghadirkan inovasi dan perubahan nyata layak mendapatkan apresiasi.
“Hadir sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras kepala daerah yang berhasil membawa perubahan positif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat luas,” jelas Dahlan Iskan.
“Melalui ajang ini diharapkan akan semakin banyak melahirkan kepala daerah yang unggul secara kinerja, mampu menjadi role model kepemimpinan dengan menghadirkan inovasi serta pelayanan publik yang baik dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.










