TVRINews, Surabaya
Kontingen Kota Surabaya memastikan diri sebagai juara umum dalam gelaran Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur 2026 bertajuk BHS Cup. Kepastian itu diperoleh setelah tim asal Kota Pahlawan ini mengoleksi total 16 medali yang terdiri dari tiga emas, enam perak, dan tujuh perunggu di Gelora Pancasila, Jumat 22 Mei 2026
Di luar dominasi tuan rumah, Kabupaten Pasuruan tampil sebagai kuda hitam. Hanya dengan membawa delapan atlet, mereka mampu menyamai perolehan emas Surabaya sebanyak tiga keping. Capaian itu menempatkan Pasuruan sebagai runner-up dan menjadi kejutan terbesar dalam kejuaraan tahun ini.
Pelatih Kepala Kontingen Surabaya, Nur Azmi Rifai, mengapresiasi kerja keras atletnya meski mengakui target spesifik belum sepenuhnya terpenuhi.
“Kami sebenarnya mengincar emas lebih banyak lagi. Namun, dengan 16 atlet tembus semifinal dan sembilan di antaranya ke final, hasil ini tetap membanggakan. Evaluasi terbesar kami adalah pada adaptasi peraturan yang baru,” ujar Nur Azmi, dikutip Jumat, 22 Mei 2026.
Perubahan regulasi pertandingan yang mendadak menjadi sorotan utama. Nur Azmi menjelaskan bahwa sosialisasi aturan baru dilakukan hanya dua pekan sebelum kejuaraan dimulai.
“Atlet sudah berlatih hampir lima bulan dengan simulasi berdasarkan aturan lama. Perubahan mendadak ini membuat penyesuaian di lapangan tidak maksimal, sehingga beberapa laga krusial lepas di poin akhir,” jelasnya.
Meski demikian, Surabaya langsung mengalihkan fokus ke target yang lebih besar, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan digelar di kandang sendiri. Dengan status tuan rumah, Surabaya mematok perolehan minimal lima medali emas.
“Pada Porprov Malang lalu kami dapat lima emas. Untuk Porprov Surabaya nanti, targetnya tetap lima emas, lebih dari itu adalah bonus,” tegas Nur Azmi.
Di sisi lain, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mengingatkan bahwa ajang seperti Kejurprov bukan sekadar perburuan medali, melainkan panggung pelestarian warisan bangsa.
“Pencak silat adalah alat perekat budaya dan karakter asli Indonesia. Kejuaraan ini harus menjadi wadah untuk menjaga agar warisan leluhur itu tetap hidup dan relevan bagi generasi muda,” katanya saat menghadiri penutupan acara.
Cahyo juga menekankan pentingnya pembangunan mental dan karakter bagi para pesilat muda. Ia berpesan agar atlet tidak hanya mengasah kekuatan fisik dan teknik, tetapi juga mengolah rasa serta pikiran.
“Atlet pencak silat harus mencerminkan kepribadian Indonesia yang kuat, rendah hati, dan berjiwa besar,” imbuhnya.
Panitia pelaksana menyediakan bonus pembinaan sebagai apresiasi, dengan rincian Rp10 juta untuk juara pertama, Rp5 juta untuk juara kedua, dan Rp3 juta bagi peraih juara ketiga. Berikut klasemen akhir lima besar Kejurprov IPSI Jatim 2026 BHS Cup:
Kota Surabaya: 3 emas, 6 perak, 7 perunggu
Kabupaten Pasuruan: 3 emas
Kota Malang: 2 emas, 1 perak, 1 perunggu
Bangkalan: 2 emas, 2 perunggu
Pamekasan: 2 emas, 1 perunggu










