TVRINews, Surabaya
Sebanyak 5.000 mahasiswa, pemuda, dan santri dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti Konsolidasi Akbar Mahasiswa, Pemuda, dan Santri Jawa Timur 2026 di Lapangan Mapolda Jawa Timur, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut menjadi momentum bagi generasi muda untuk meneguhkan komitmen menjaga persatuan bangsa, menolak perpecahan, serta memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mengatakan, konsolidasi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan daerah dan nasional.
“Generasi muda Jawa Timur yang akan mengisi Indonesia Emas 2045 hadir dengan semangat yang tinggi. Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, mereka bertekad untuk mengisi pembangunan Jawa Timur agar lebih baik dan lebih maju,” ujar Dekananto.
Ia mengapresiasi komitmen mahasiswa, pemuda, dan santri yang menyatakan sikap menolak perpecahan serta menentang peredaran narkoba. Menurutnya, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga keamanan dan kondusivitas Jawa Timur.
Dekananto berharap semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk menjaga kerukunan dan menjauhi aktivitas yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Pangdam Brawijaya Ajak Pemuda Berkontribusi Nyata
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto turut mengajak generasi muda untuk terus mengembangkan potensi diri dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kemajuan bangsa membutuhkan keterlibatan generasi muda melalui kontribusi nyata di lingkungan keluarga, masyarakat, hingga negara.
“Teruslah berkarya untuk kemajuan diri kalian sendiri, keluarga, lingkungan, masyarakat, dan negara kita, NKRI. Negara dan bangsa menanti karya kalian,” tegas Piek.
Ia menambahkan, Kodam V/Brawijaya bersama Polda Jawa Timur berkomitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mendukung pelaksanaan program pemerintah.
Pemuda Diminta Tetap Kritis dan Solutif
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menekankan pentingnya peran mahasiswa dan pemuda dalam mengawal pembangunan. Ia mengingatkan agar sikap kritis tetap dipertahankan, tetapi disampaikan dengan cara yang konstruktif dan menawarkan solusi.
“Janganlah berhenti untuk kritis, tetapi tetap solutif. Perbedaan harus kita sikapi dengan bijak, tetapi kita tetap harus menjaga persatuan,” pesan Adhy.
Ia menilai, perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu disikapi secara dewasa. Dengan demikian, aspirasi generasi muda dapat menjadi masukan yang bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat.
Cipayung Plus Ajak Pemuda Tangkal Hoaks
Ketua Cipayung Plus Jawa Timur Hendra Prayogi, yang mewakili unsur pemuda, mengajak peserta konsolidasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi bohong atau hoaks, terutama melalui media sosial.
Menurut Hendra, kemampuan memilah informasi menjadi hal penting agar generasi muda tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memicu perpecahan.
“Kami mengajak seluruh pemuda untuk sama-sama menghindari hoaks dan lain sebagainya. Ini poin-poin inti dari kegiatan ini, selain komitmen kami untuk menjaga persatuan sebagaimana yang sudah kami laksanakan dalam deklarasi,” ujar Hendra.
Konsolidasi akbar tersebut diharapkan memperkuat sinergi mahasiswa, pemuda, santri, pemerintah daerah, serta aparat keamanan dalam menjaga persatuan dan kondusivitas Jawa Timur.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, generasi muda juga didorong mengambil peran lebih besar dalam menghadapi tantangan bangsa, termasuk pemberantasan narkoba, pencegahan hoaks, dan penguatan persatuan menuju Indonesia Emas 2045.










