TVRINews, Bojonegoro
Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mulai berdampak pada kehidupan warga. Selain mengganggu sektor pertanian, musim kemarau juga menyebabkan ribuan warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih karena sumur dan sumber mata air mengering.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Polres Bojonegoro menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang terdampak. Sedikitnya empat truk tangki dikerahkan untuk mendistribusikan air ke Desa Deru, Desa Margoagung, dan Desa Wotan di Kecamatan Sumberrejo, serta Desa Sumberjo Kidul, Kecamatan Sukosewu.
Kedatangan truk tangki disambut antusias warga. Mereka datang membawa jeriken, ember, hingga berbagai wadah penampung air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
“Droping air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang mengalami krisis air selama musim kemarau. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Afrian dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 5 Juli 2026.
Ia menjelaskan, bantuan air bersih akan terus disalurkan selama masyarakat masih membutuhkan. Setiap hari, Polres Bojonegoro menyiapkan empat truk tangki yang didistribusikan secara bergiliran ke desa-desa terdampak sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Rencananya penyaluran akan terus dilakukan hingga kondisi kekeringan teratasi. Setiap hari kami mengirimkan empat truk tangki air bersih untuk melayani empat desa secara bergantian,” tambahnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mencatat sebanyak 93 desa yang tersebar di 24 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau tahun ini.
Mengantisipasi dampak yang lebih luas, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui BPBD telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk penyediaan tandon air di sejumlah titik rawan kekeringan. Warga yang mengalami kesulitan air bersih juga diimbau segera berkoordinasi dengan pemerintah desa atau BPBD agar dapat memperoleh bantuan distribusi air bersih.










