TVRINews, Surabaya
Komisi VII DPR RI melalui anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menggelar reses di kawasan Asemrowo Sentral, Surabaya, Kamis 30 Juli 2026. Agenda tersebut bertujuan menyerap aspirasi sekaligus memastikan dua program strategis Presiden, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), terlaksana tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, legislator asal Jawa Timur tersebut menegaskan komitmennya mengawal ketat implementasi MBG. Ia menyampaikan peringatan keras kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di luar standar ketentuan.
"MBG itu makanannya harus sehat, bergizi. Masaknya pakai air mineral, berasnya premium, lauknya fresh, dan gasnya harus Bright Gas," tegas Bambang menjawab pertanyaan warga yang hadir.
Pernyataan itu bukan sekadar imbauan. Bambang telah beberapa kali melakukan inspeksi mendadak ke dapur-dapur SPPG di Surabaya maupun Sidoarjo. Langkah ini bagian dari pengawalan mutu pangan demi mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
"Saya pastikan menu yang disajikan itu bergizi. Kalau ada yang tidak sesuai, ayo kita cek sama-sama, biar panjenengan tahu bagaimana dapurnya dan lain sebagainya," ujarnya mengajak partisipasi warga.
Cakupan MBG di Asemrowo Sentral ternyata lebih luas dari perkiraan publik. Bambang menjelaskan, selain murid sekolah, program ini juga diperuntukkan bagi kelompok 3B, yaitu ibu menyusui, ibu hamil, serta balita non PAUD.
Pada sesi berikutnya, pembahasan bergeser ke sektor ekonomi kerakyatan. Bambang mensosialisasikan akses KUR kepada pengemudi ojek online serta sopir bemo dan mikrolet yang turut diundang dalam pertemuan tersebut.
"Bapak-bapak ojol, ini boleh mengakses KUR. Bunganya rendah, tanpa agunan, karena panjenengan ini bagian dari pelaku usaha," jelasnya meluruskan pemahaman yang selama ini keliru di masyarakat.
Ia menegaskan, KUR tidak hanya diperuntukkan bagi pelaku UMKM konvensional. Petani, nelayan, dan pekerja transportasi informal seperti sopir juga memiliki hak yang sama untuk mengakses pembiayaan bersubsidi ini. Reses ditutup dengan komitmen Bambang untuk terus menjembatani suara akar rumput ke tingkat kebijakan.









