TVRINews, Surabaya
Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti kondisi Pasar Keputih di Surabaya yang semakin memprihatinkan. Pasar yang dahulu dibangun melalui program Pasar Inpres pada era Presiden Soeharto itu kini menunjukkan kerusakan infrastruktur yang memerlukan penanganan segera dari Pemerintah Kota Surabaya.
Hal ini disampaikan Bambang seusai meninjau langsung kondisi pasar di Surabaya, Rabu, 29 Juli 2026.
"Ini adalah Pasar Inpres yang dibantu oleh Pak Presiden Soeharto. Dulu sangat-sangat bagus dan menjadi salah satu pasar yang sangat baik. Sekarang infrastrukturnya banyak yang rusak sehingga perlu dikembalikan menjadi pasar yang nyaman dan diminati masyarakat," ujarnya.
Bambang menilai pembenahan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pengelola pasar. Ia meminta Pemerintah Kota Surabaya turut mendukung melalui alokasi anggaran dan kebijakan agar proses revitalisasi berjalan lebih cepat.
Dalam peninjauan tersebut, Bambang menemukan sejumlah alat pemadam api ringan (APAR) di area pasar telah kedaluwarsa sejak 2019. Ia langsung mengganti tiga unit APAR dengan peralatan baru sebagai langkah darurat.
"APAR harus ditempatkan di area pasar agar dapat dijangkau dalam waktu singkat ketika terjadi keadaan darurat, bukan disimpan di kantor pengelola," tegasnya.
Selain APAR, ia merealisasikan pemasangan tiga kamera pengawas (CCTV) setelah menerima keluhan pedagang terkait maraknya kehilangan barang. Satu unit toilet umum juga dibangun untuk memenuhi kebutuhan pengunjung dan pedagang.
Bambang turut meminta penambahan sedikitnya 15 titik lampu penerangan karena banyak lampu yang sudah padam.
"Pasar harus terang dan memiliki sistem keamanan yang memadai agar masyarakat merasa nyaman saat berbelanja," katanya.
Ia berharap revitalisasi dapat mengembalikan fungsi Pasar Keputih sebagai pusat aktivitas ekonomi warga. Selama ini, aktivitas jual beli banyak bergeser ke bahu jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan pedagang maupun konsumen.









