TVRINews, Lamongan
Kapal Motor Nelayan (KMN) Fatma Jaya 1 yang mengangkut lima nelayan asal Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, dilaporkan hilang kontak di perairan barat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan pencarian terhadap kapal beserta seluruh awaknya.
KMN Fatma Jaya 1 diketahui berangkat dari Pelabuhan Brondong pada Jumat, 24 Juli 2026 sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan sekitar Pulau Bawean.
Sehari kemudian, Sabtu, 25 Juli 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, nahkoda kapal, Slamet Suudin (50), sempat menghubungi rekannya, Hodiin, yang berada di Pulau Bawean untuk menyampaikan permintaan bantuan darurat. Namun, sesaat setelah komunikasi tersebut berlangsung, sambungan telepon terputus dan kapal tidak lagi dapat dihubungi.
Lima nelayan yang berada di atas KMN Fatma Jaya 1 terdiri atas Slamet Suudin selaku nahkoda, serta empat anak buah kapal (ABK), yakni Damar (38), Lutfi A (37), Denis P (28), dan A. Taufiq (45).
Laporan mengenai hilangnya kontak kapal diterima Kantor SAR Kelas A Surabaya melalui Unit Siaga SAR Lamongan pada Selasa, 28 Juli 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas langsung mengerahkan tim penyelamat untuk melakukan operasi pencarian.
Search Mission Coordinator (SMC) Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait setelah menerima laporan.
"Begitu menerima laporan kejadian, kami langsung melakukan koordinasi dengan instansi terkait sekaligus mengerahkan KN SAR 249 Permadi beserta tim rescue untuk melaksanakan operasi SAR," ujar Nanang Sigit dalam keterangan.
Kapal KN SAR 249 Permadi diberangkatkan dari Dermaga Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sekitar pukul 14.00 WIB menuju lokasi pencarian di perairan barat Pulau Bawean. Tim menempuh jarak sekitar 90,35 mil laut untuk mencapai area yang diduga menjadi lokasi hilangnya kapal.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Ditpolairud Polda Jawa Timur, Satpolairud Polres Lamongan, Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, serta komunitas Radio Nelayan Brondong.
Hingga Selasa petang, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar perairan barat Pulau Bawean guna menemukan KMN Fatma Jaya 1 beserta lima nelayan yang berada di dalamnya. Tim juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperluas area pencarian.









