TVRINews, Nganjuk
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi melalui program Pasar Murah. Hingga Agustus 2026, program tersebut telah digelar sebanyak 93 kali di berbagai wilayah Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri kegiatan Pasar Murah di Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Kamis 13 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar tradisional. Khofifah mengatakan, Pasar Murah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan sekaligus menjaga daya beli.
"Harapannya kami dengan adanya Pasar Murah, bisa memudahkan, mendekatkan penjangkauan, pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat, dan penetrasi pengendalian inflasi," ujar Khofifah, dikutip Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Khofifah, komoditas pangan yang dijual dalam kegiatan Pasar Murah ditawarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar tradisional.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani kenaikan harga. Selain itu, Pasar Murah menjadi bagian dari strategi Pemprov Jawa Timur dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat dan mengendalikan laju inflasi daerah.
Pemprov Jawa Timur memastikan kegiatan Pasar Murah akan terus dilaksanakan di berbagai daerah. Pemerintah berharap intervensi melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dapat menjaga daya beli masyarakat.
Selain menghadiri Pasar Murah, Khofifah juga membagikan ratusan bendera Merah Putih kepada pelajar dan masyarakat yang hadir.
Pembagian bendera tersebut dilakukan untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang diperingati pada Agustus 2026.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menyemarakkan peringatan kemerdekaan serta memperkuat semangat nasionalisme.
Melalui Pasar Murah dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan tersebut, Pemprov Jawa Timur berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjangkau, sementara semangat kebangsaan terus tumbuh di tengah masyarakat.










