TVRINews, Lamongan
Gerakan Langit Biru Indonesia Asri bersama para kader Partai Demokrat Lamongan menggelar aksi peduli lingkungan dan kemanusiaan peringati HUT ke-25 Partai Demokrat. Mereka menanam pohon buah sekaligus membersihkan Sungai Kaliotik dipimpin Ketua DPC Partai Demokrat Lamongan Sugeng Santoso bersama kelompok gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Sidokumpul, Dandangan dan Glugu, Jumat, 14 Agustus 2026.
Sugeng Santoso sendiri memilih bukan pohon penghijauan namun pohon buah sebab diharapkan mampu memberikan dampak yang dapat dimanfaarkan warga. Empat jenis tanaman dipilih, yakni mangga, kelapa, nangka dan sukun. Bagi Sugeng, pohon-pohon itu tidak cukup hanya membuat lingkungan lebih hijau.
Semangat itu membuat kegiatan penghijauan terasa lebih dekat dengan kehidupan warga. Kelak, ketika pohon-pohon tersebut tumbuh besar dan menghasilkan buah, masyarakat di sekitarnya pula yang diharapkan menikmati manfaatnya.
"Bukan sekadar pohon untuk penghijauan, tetapi pohon yang ketika berbuah bisa digunakan masyarakat," ujarnya.
Aksi penghijauan tersebut merupakan bagian dari Program Langit Biru yang diinstruksikan langsung DPP Partai Demokrat untuk dilaksanakan di daerah. Sugeng mengatakan, gerakan menanam pohon akan dilakukan secara berkelanjutan. Setiap tahun, pihaknya menargetkan kembali menanam pohon produktif di berbagai lokasi yang memungkinkan.
Dari penghijauan, perhatian kader kemudian beralih ke Sungai Kaliotik. Mereka membersihkan aliran sungai yang memiliki peran penting bagi masyarakat Lamongan. Sungai Kaliotik berfungsi sebagai saluran pematus untuk membantu mengendalikan banjir perkotaan. Di sisi lain, sungai juga menjadi bagian dari sistem pengairan lahan pertanian.
"Kalau sungainya bersih dan berfungsi dengan baik, selain untuk mengantisipasi banjir kota, juga bisa membantu pengairan petani sehingga ketersediaan air lebih terjamin," ucapnya.
Selain tanam pohon dan bersihkan sungai, rangkaian acara diantaranya aksi baksos donor darah. Ia mendorong ketua DPC hingga PAC untuk menjadi pendonor. Menurutnya, kepedulian terhadap kemanusiaan harus dimulai dari hal sederhana, termasuk berani menyumbangkan darah untuk orang yang bahkan mungkin tidak dikenal.
"Bagaimana kita mau berkorban lebih besar kalau donor darah saja tidak mau," tuturnya
Sugeng berharap gerakan tersebut menular kepada organisasi maupun kelompok masyarakat lainnya. Sebab, menurutnya, Lamongan memiliki banyak sungai yang bisa sekaligus menjadi ruang penghijauan dan sumber pangan.










