TVRINews, Surabaya
Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, melakukan kunjungan ke Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur di Surabaya. Kunjungan ini menjadi momentum penguatan hubungan ekonomi Indonesia–Yaman, khususnya di bidang perdagangan dan investasi.
Delegasi Yaman diterima oleh Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, bersama jajaran pengurus Kadin serta pelaku usaha daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Yaman menegaskan bahwa hubungan kedua negara telah lama terjalin di berbagai sektor. Ia menyampaikan keinginan untuk memperluas kerja sama ekonomi yang lebih konkret.
“Hubungan antara Yaman dan Indonesia sudah terjalin sejak lama, baik di bidang perdagangan, budaya, maupun pendidikan. Kami ingin memperkuat kembali hubungan perdagangan antara kedua negara agar semakin berkembang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran masyarakat Yaman di Indonesia yang banyak bergerak di bidang usaha serta berharap hubungan tersebut terus berlanjut antar generasi.
“Harapannya generasi saat ini bisa melanjutkan hubungan baik yang telah dibangun generasi sebelumnya,” tambahnya.
Terkait kerja sama ekonomi, ia menyebut peluang perdagangan kedua negara masih terbuka luas, termasuk melalui berbagai forum dan expo dagang yang telah menghasilkan sejumlah kesepakatan.
“Kami ingin melihat potensi perdagangan yang bisa dikembangkan bersama, baik secara personal maupun antarnegara,” katanya.
Dubes Yaman juga menyinggung kendala perdagangan, salah satunya terkait sertifikasi halal yang masih dalam proses penyesuaian untuk memperlancar masuknya produk Yaman ke Indonesia.
“Salah satu kendala terbesar saat ini adalah persoalan sertifikasi halal. Tetapi kami sudah menemukan titik terang dan berharap bisa segera terealisasi,” ungkapnya.
Selain itu, ia memperkenalkan sejumlah produk unggulan Yaman seperti madu, kopi, bawang putih, buah delima, hingga tanaman pacar Yaman yang dinilai memiliki potensi pasar di Indonesia.
“Kami berharap para pengusaha Indonesia dapat bekerja sama untuk memasukkan produk-produk Yaman ke pasar Indonesia,” ujarnya.
Di sisi lain, Yaman juga membuka peluang investasi di sektor alat berat, gas, hingga pengembangan pelabuhan, serta menyatakan kesiapan menerima investor Indonesia.
“Kami menyambut baik investasi dari Indonesia. Pemerintah Yaman siap menjelaskan prospek investasi, termasuk potensi pelabuhan-pelabuhan besar yang kami miliki,” katanya.
Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyambut positif peluang tersebut. Ia menyebut kinerja perdagangan Jawa Timur dengan Yaman menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik.
“Selama periode 2021–2025, ekspor Jawa Timur ke Yaman mengalami tren pertumbuhan rata-rata 24,08 persen per tahun,” ujarnya.
Ia menilai Yaman berpotensi menjadi mitra penting dalam penyediaan bahan baku industri Indonesia, terutama di tengah kebutuhan diversifikasi sumber impor.
“Kami tentu ingin memastikan kondisi keamanan, infrastruktur, dan kesiapan investasinya agar kerja sama yang dijalankan bisa berjalan lancar,” tegasnya.
Untuk memperkuat koordinasi, Kadin Jawa Timur mengusulkan pembentukan forum komunikasi bisnis antara pelaku usaha kedua negara, yang disambut positif oleh pihak kedutaan.
Dubes Yaman menegaskan kesiapan pihaknya untuk memfasilitasi kerja sama perdagangan agar berjalan lebih efektif.
“Yang terpenting saat ini adalah adanya pihak yang siap menerima dan mengirim barang. Kami siap membantu mempermudah dan memfasilitasi kerja sama tersebut,” pungkasnya.










