TVRINews, Surabaya
Komisi VII DPR RI mendorong transformasi kampung-kampung kreatif di Indonesia menjadi pusat edukasi budaya dan permainan tradisional. Langkah ini dinilai strategis untuk membangun karakter generasi muda sekaligus mengangkat potensi wisata lokal yang berbasis kearifan masyarakat.
Dorongan tersebut mengemuka saat Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengunjungi Kampung Batik Tin atau yang dikenal sebagai Kampung Ceria di Kelurahan Gundih, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 1 Agustus 2026. Kawasan ini dianggap sebagai contoh nyata keberhasilan integrasi antara pelestarian budaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
"Ini luar biasa karena mampu menggabungkan pelestarian batik dengan edukasi sehingga menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan," ujar Bambang Haryo.
Politisi yang akrab disapa BHS itu menekankan, Kampung Ceria bukan sekadar sentra produksi batik. Lebih dari itu, kawasan tersebut telah bertransformasi menjadi ruang belajar interaktif yang menarik minat berbagai kalangan. Wisatawan, termasuk dari mancanegara, dapat terlibat langsung dalam proses membatik.
Tidak hanya berhenti pada edukasi batik, Bambang Haryo mengapresiasi inisiatif warga yang menghadirkan aneka permainan tradisional.
Keberadaan permainan seperti dakon, egrang, dan hulahop dinilai sebagai terobosan penting di tengah masifnya penetrasi gawai pada anak-anak. Menurutnya, aktivitas fisik semacam ini secara fundamental membentuk karakter positif.
"Anak-anak menjadi lebih aktif bergerak, sehat, dan secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai sportivitas, kedisiplinan, serta semangat berprestasi sejak dini," kata Bambang Haryo, menjelaskan manfaat dari pendekatan tersebut.
Melihat keberhasilan ini, BHS secara khusus mengajak kampung-kampung lain di Surabaya untuk mereplikasi konsep serupa. Ia optimistis, semakin banyak ruang edukasi berbasis budaya akan semakin kuat pula fondasi karakter generasi penerus bangsa.
Apresiasi juga datang dari pemerintah setempat. Lurah Gundih, Christiono, menyampaikan rasa bangganya atas perhatian yang diberikan oleh anggota dewan terhadap inisiatif warganya. Ia menegaskan, kunjungan ini menjadi penyemangat bagi seluruh elemen warga RW 4 Kelurahan Gundih.
"Ini menjadi motivasi berharga bagi kami untuk terus mengembangkan Kampung Ceria sebagai destinasi edukasi budaya dan permainan tradisional yang tidak hanya dikenal di Surabaya, tetapi juga secara nasional," ucap Christiono.









