TVRINews, Surabaya
Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono meminta menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diolah lebih menarik dan disesuaikan dengan selera anak-anak.
Permintaan itu disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medokan Ayu 2, Rungkut, Surabaya, Kamis, 15 Oktober 2026.
Dalam sidak tersebut, Bambang yang akrab disapa BHS menyoroti penyajian makanan agar lebih menarik bagi siswa penerima manfaat. Ia mencontohkan tahu yang belum diolah menjadi sajian yang lebih menggugah selera anak-anak.
“Saya minta makanan diolah menjadi sajian yang menarik untuk anak-anak. Seperti tahu tadi yang belum diolah, saya minta diolah menjadi tahu yang menarik untuk anak-anak,” kata Bambang.
SPPG Medokan Ayu 2 diketahui melayani 1.467 penerima manfaat dari kalangan siswa sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK). Selain mengevaluasi menu, Bambang juga menemukan sejumlah fasilitas dapur yang perlu dibenahi agar sesuai dengan standar pelayanan.
Salah satu temuan berkaitan dengan sistem pencucian ompreng atau wadah makanan yang belum memenuhi standar penggunaan air panas dan air dingin.
Selain itu, kinerja blower di ruang memasak dinilai belum maksimal sehingga menyebabkan suhu ruangan terasa panas.
“Di SPPG dilarang berkeringat saat memasak. Ruangannya harus cukup sejuk,” ujarnya.
Meski mencatat sejumlah kekurangan, Bambang mengapresiasi kualitas bahan baku yang digunakan di dapur tersebut. Bahan seperti gula, beras, tepung terigu, dan gas disebut menggunakan produk bermerek premium.
Sistem penyimpanan bahan pangan juga dinilai telah memenuhi standar suhu. Daging dan ayam disimpan pada suhu minus 20 derajat Celsius, sedangkan sayuran ditempatkan di lemari pendingin atau chiller dengan suhu 6 hingga 7 derajat Celsius.
“Masih perlu perbaikan, tapi sumber daya manusianya sudah cukup baik dan semangat mendukung program Presiden Prabowo,” kata Bambang.
Sementara, Kepala SPPG Medokan Ayu 2, Muhammad Lakri Hergintara, menyatakan akan menindaklanjuti seluruh temuan hasil inspeksi. Pihaknya akan berkoordinasi dengan mitra dan yayasan untuk merealisasikan perbaikan.
Menurut Lakri, pembenahan area pengolahan yang dinilai terlalu panas menjadi salah satu prioritas agar kondisi dapur sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Langkah perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan MBG, baik dari sisi pengolahan makanan, kenyamanan kerja, maupun pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak penerima manfaat.










