TVRINews, Probolinggo
Proses pencarian dan pertolongan terhadap Ismail, penyelam tradisional yang dilaporkan hilang di Perairan Laut Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terus dilakukan hingga hari ketiga.
Meski belum membuahkan hasil, puluhan personel gabungan tetap disiagakan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Petugas menggunakan kapal nelayan untuk menuju titik lokasi yang berjarak sekitar 15 mil laut dari garis pantai. Setibanya di lokasi, sejumlah penyelam melakukan pencarian hingga ke dasar laut dengan menggunakan peralatan selam dan perlengkapan keselamatan sesuai standar.
Namun, hingga hari ketiga pencarian, keberadaan Ismail, 58 tahun, warga Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo, belum berhasil ditemukan.
Korban diduga hilang saat melakukan penyelaman di kedalaman sekitar 40 meter untuk membantu proses pengangkatan bangkai KM Bahagia, kapal milik Muhammad Zaeni, yang tenggelam sehari sebelumnya.
Komandan Pos TNI Angkatan Laut Paiton Probolinggo, Kapten Laut Jumadi, mengatakan terdapat dugaan korban tersangkut di bagian bangkai kapal.
“Dugaan kami, korban tersangkut di bangkai kapal. Kami masih melakukan pencarian hingga hari ketiga sejak korban dilaporkan hilang pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kami berharap korban bisa segera ditemukan. Mohon doanya,” ungkap Jumadi.
Jumadi menjelaskan, saat melakukan penyelaman di kedalaman sekitar 40 meter, korban berkomunikasi dengan saksi bernama Muhari menggunakan kode yang telah disepakati melalui selang penyelaman.
Setelah sekitar 30 menit, Muhari tidak lagi melihat adanya pergerakan pada selang tersebut. Ia kemudian mencoba menarik selang secara perlahan dengan harapan korban dapat kembali ke permukaan.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Korban tidak kunjung muncul ke permukaan dan kemudian dinyatakan hilang.
Pencarian awal dilakukan oleh keluarga korban bersama sejumlah nelayan di sekitar lokasi kejadian. Upaya tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WIB, tetapi korban belum berhasil ditemukan.
Ismail sebelumnya dilaporkan hilang pada Kamis siang saat melakukan penyelaman untuk membantu mengangkat bangkai KM Bahagia yang tenggelam sehari sebelumnya di perairan Probolinggo.
Hingga Minggu pagi, tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, BPBD, TNI dan Polri masih melakukan operasi pencarian.
Selain penyelaman di titik lokasi, petugas juga melakukan penyisiran di sekitar perairan dan wilayah pantai Probolinggo untuk memperluas area pencarian.
Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh unsur yang terlibat serta tetap memperhatikan keselamatan personel di lapangan.










