TVRINews, Lamongan
Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memperkuat infrastruktur pengairan sebagai langkah menghadapi musim kemarau sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian.
Sejumlah upaya dilakukan, mulai dari perbaikan jaringan irigasi hingga penambahan waduk dan embung di wilayah perdesaan. Pemerintah daerah menilai ketersediaan sumber air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas pertanian saat curah hujan menurun.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan pembenahan sistem pengairan dilakukan secara bertahap dengan memaksimalkan jaringan yang telah tersedia.
“Intinya memperbaiki sistem dan jaringan irigasi yang sudah ada ini terus diperbaiki dan semakin memperbanyak waduk-waduk, embung-embung yang ada di desa-desa,” ujar Yuhronur, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Yuhronur, pembangunan sarana penampungan air tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menjaga pasokan air untuk lahan persawahan.
Pemkab Lamongan juga menghadapi keterbatasan cakupan layanan air bersih. Dari lebih dari 300 ribu rumah tangga di Lamongan, layanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum atau PDAM baru menjangkau sekitar seperempatnya.
Untuk memperluas akses, pemerintah daerah mendorong pemanfaatan sumber air alternatif, termasuk melalui Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum atau HIPPAM yang dikelola masyarakat desa.
“Pengairan ini juga terus memperbanyak embung-embung, waduk-waduk, saluran irigasi, sehingga tidak hanya untuk air bersih bagi kebutuhan masyarakat, tetapi juga untuk kebutuhan persawahan dan pertanian,” kata Yuhronur.
Selain memperkuat jaringan pengairan, Pemkab Lamongan menyiapkan bantuan pompa untuk mengantisipasi kekeringan yang berpotensi mengganggu tanaman petani.
Sebanyak 110 unit pompa disiapkan untuk disalurkan ke wilayah yang membutuhkan. Bantuan tersebut terutama diarahkan untuk membantu petani mempertahankan tanaman yang masih berada di lahan dan belum memasuki masa panen.
“Saat ini kami juga sudah menyediakan pompa-pompa yang akan dibagikan. Insyaallah hari ini sudah datang, ada 110 pompa yang akan diberikan,” jelasnya.
Yuhronur mengatakan pompa tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi lahan pertanian yang mengalami kekurangan pasokan air. Dengan dukungan tersebut, tanaman yang masih produktif diharapkan dapat bertahan hingga masa panen.
Selain menyelamatkan tanaman yang belum dipanen, pemerintah juga mulai mempersiapkan kebutuhan air untuk musim tanam berikutnya. Infrastruktur pengairan akan terus diperkuat agar siklus produksi pertanian tetap berjalan meski kondisi kemarau berlangsung.
“Ini kita fokus untuk menyelamatkan area-area yang belum panen supaya bisa selamat sampai bisa panen, dan juga untuk persiapan musim tanam berikutnya kita juga menyiapkan infrastruktur untuk itu,” tuturnya.
Pemkab Lamongan bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Konstruksi dan Bina Marga (SDABK) terus melakukan koordinasi untuk memastikan sarana pengairan dan bantuan pompa dapat dimanfaatkan secara optimal.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan air, melindungi lahan pertanian dari ancaman kekeringan, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan.










