TVRINews, Surabaya
Tim riset kendaraan hemat energi Nogogeni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membidik podium juara pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026. Mengusung dua kendaraan terbaru, Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX, tim mahasiswa ITS melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus performa kendaraan.
Kedua mobil tersebut disiapkan untuk berlaga pada KMHE 2026 yang rencananya berlangsung di Universitas Jember pada akhir September atau awal Oktober mendatang.
Pengembangan kendaraan difokuskan pada optimalisasi sistem penggerak atau propulsion system, pengurangan bobot kendaraan, serta meminimalkan gesekan pada sejumlah komponen. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kehilangan energi sehingga konsumsi bahan bakar maupun energi menjadi lebih efisien.
Direktur Kemahasiswaan ITS, Nur Syahroni, mengatakan kampus terus memberikan dukungan bagi mahasiswa yang mengembangkan potensi melalui berbagai ajang kompetisi.
“Dengan dukungan lingkungan akademik, materi, maupun moral, mahasiswa dapat terus termotivasi untuk berkompetisi dan mempertahankan prestasi gemilang dari tahun ke tahun,” ujar Nur Syahroni dalam keterangannya, Jumat, 4 September 2026.
Menurutnya, ITS juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan prestasi mahasiswa setelah kompetisi. Para mahasiswa berprestasi nantinya berpeluang mendapatkan rekomendasi karier ke sejumlah perusahaan yang menjadi mitra ITS.
Sementara itu, Pembina Tim Nogogeni ITS, Dedy Zulhidayat Noor, mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap proses pengembangan kendaraan. Salah satunya melalui akses penggunaan Sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya sebagai lokasi pengujian kendaraan.
Menurut Dedy, uji coba di lintasan menjadi bagian penting untuk mengetahui performa kendaraan sebelum mengikuti kompetisi.
“Mahasiswa dapat mengukur performa kendaraan, melakukan modifikasi rasio gigi, serta mengevaluasi berbagai aspek teknis sebelum turun berlaga,” jelas Dedy.
Optimisme mempertahankan gelar juara juga disampaikan General Manager Tim Nogogeni ITS, Hafiz Diandra Pratama. Ia menyebut tim telah melakukan serangkaian pengujian dan mencatat peningkatan efisiensi dibandingkan kendaraan generasi sebelumnya.
“Kami sudah siap untuk juara kembali setelah melakukan serangkaian uji coba dengan peningkatan hasil efisiensi yang signifikan dari tahun lalu,” tegas Hafiz.
Hafiz menjelaskan, Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX memiliki sejumlah pembaruan, mulai dari konstruksi mesin, sistem penggerak, hingga upaya mengurangi gesekan pada bagian tertentu.
“Dengan rancangan tersebut, losses atau kehilangan energi pada mobil bisa lebih sedikit sehingga efisiensinya meningkat,” ungkapnya.
Pengembangan kedua kendaraan juga memiliki fokus berbeda. Nogogeni XI EVO yang merupakan mobil kategori urban electric difokuskan pada optimalisasi sistem penggerak dan pengurangan bobot rangka.
Sementara Nogogeni IX yang menggunakan bahan bakar etanol atau urban ethanol diarahkan pada peningkatan sistem penggerak dan efisiensi mesin.
Tim Nogogeni terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan kendaraan sebagai bagian dari persiapan menghadapi KMHE 2026. Tidak hanya untuk kompetisi nasional, kedua kendaraan tersebut juga diproyeksikan dapat dikembangkan untuk mengikuti ajang internasional, salah satunya Shell Eco-marathon.
Inovasi kendaraan hemat energi yang dikembangkan mahasiswa ITS ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya target ketujuh mengenai energi bersih dan terjangkau serta target ke-13 tentang penanganan perubahan iklim.
Perjalanan Tim Nogogeni dalam mengembangkan kendaraan hemat energi juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Surabaya. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi mahasiswa sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.










