TVRINews, Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung talenta nasional.
Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimanfaatkan Pemprov Jatim untuk memperkuat semangat generasi muda dalam mengembangkan potensi dan karya.
Pernyataan itu disampaikan Khofifah dalam upacara peringatan Hardiknas di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin, 4 Mei 2026.
Menurutnya, berbagai capaian di sektor pendidikan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satunya, lulusan SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di Jawa Timur yang selama tujuh tahun berturut-turut berhasil diterima di perguruan tinggi negeri tanpa jalur tes.
“Proses pendidikan di Jawa Timur berjalan dengan baik dan produktif. Ini menjadi modal penting untuk menyiapkan talenta-talenta unggul ke depan,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai penyedia sumber daya manusia berkualitas bagi Indonesia. “Kita bersiap menjadi lumbung talenta nasional,” imbuhnya.
Khofifah menilai capaian tersebut tidak lepas dari peran guru dan kepala sekolah. Sebagai bentuk apresiasi, dalam kesempatan itu dilakukan penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI kepada tiga pendidik.
Di sisi lain, sektor pendidikan vokasi juga menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 130 SMK di Jawa Timur kini mampu memproduksi kendaraan listrik, baik unit baru maupun hasil konversi dari kendaraan berbahan bakar minyak.
Selain itu, siswa SMK juga berhasil meraih juara lomba kompetensi siswa tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut.
Pada sektor ketahanan pangan, sebanyak 146 sekolah telah ditetapkan sebagai sekolah inovatif yang menghasilkan produk seperti peternakan modern hingga telur rendah kolesterol.
Dalam upacara tersebut, Khofifah juga menyoroti keunikan formasi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang melibatkan siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kesatuan.
“Ini bukti nyata peningkatan kualitas gizi anak-anak di Jawa Timur,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Jatim meluncurkan program Sekolah Berintegritas yang menanamkan nilai kejujuran dalam sistem pembelajaran. Saat ini, program tersebut telah diterapkan di 40 sekolah percontohan di 38 kabupaten/kota.
Selain penyematan tanda kehormatan, Pemprov Jatim juga memberikan Lencana “Jer Basuki Mawa Beya” kepada 19 tokoh pendidikan.
Menutup sambutannya, Khofifah menegaskan pentingnya menjaga dan memperluas prestasi pendidikan agar dapat dirasakan seluruh anak di Jawa Timur.
“Prestasi adalah proses yang harus terus dirawat dan ditingkatkan. Kita harus memastikan semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi,” pungkasnya.
Upacara Hardiknas 2026 di Jawa Timur turut dimeriahkan parade kendaraan listrik karya siswa SMK serta bazar hasil panen program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan.










