TVRINews, Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan belajar 109 mahasiswa Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan atau FKN Unhan RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa malam, 15 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama atau PKS antara Unhan RI dengan sejumlah perangkat daerah Pemprov Jawa Timur. Kerja sama melibatkan Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Pendidikan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, BPBD, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur.
Khofifah mengatakan kunjungan belajar tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara akademisi bidang pertahanan dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan serta kedaulatan nasional.
“Selamat datang di Bumi Majapahit, yang selalu menyemai harmoni, kebhinnekaan, dan napas ke-Indonesiaan lewat optimisme Gerbang Baru Nusantara,” ujar Khofifah.
Di hadapan para mahasiswa, Khofifah memaparkan sejumlah potensi Jawa Timur, khususnya di sektor pangan. Menurutnya, Jawa Timur tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, tetapi terus mendorong penguatan kedaulatan pangan secara berkelanjutan.
Sejak 2020 hingga semester pertama 2026, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi secara nasional. Berdasarkan potensi produksi Januari hingga Oktober 2026, produksi padi Jawa Timur diperkirakan mencapai 9,86 juta ton gabah kering giling atau meningkat 5,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 5,69 juta ton beras.
Khofifah mengatakan peningkatan produksi pangan juga diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
“Tahun lalu Indonesia sesungguhnya sudah swasembada beras. Jika kita sama-sama punya tekad yang kuat, tahun ini Insyaallah kita bisa mencapai swasembada gula untuk konsumsi tanpa melakukan impor gula konsumsi,” katanya.

Menurut Khofifah, sektor gula diperkuat melalui program bongkar ratoon dan revitalisasi sejumlah pabrik gula. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mengoptimalkan rendemen.
Selain sektor pertanian, Khofifah juga memaparkan potensi peternakan Jawa Timur sebagai salah satu pendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional. Jawa Timur saat ini memiliki populasi sapi potong sekitar 3,5 juta ekor, yang disebut sebagai populasi tertinggi di Indonesia. Pengembangan peternakan juga didukung keberadaan Balai Besar Inseminasi Buatan atau BBIB Singosari di Malang.
“Ada BBIB Singosari milik Kementerian Pertanian yang berlokasi di Malang. Fasilitas ini menjadi pusat pembelajaran inseminator dan pengawas kebuntingan, sekaligus wadah pengembangan teknologi reproduksi ternak unggul,” jelas Khofifah.
Ia optimistis pengembangan peternakan sapi potong secara masif dapat mendukung pencapaian swasembada daging dalam beberapa tahun mendatang.
Selain pangan, Khofifah menyampaikan kondisi kebencanaan di Jawa Timur. Sebagai wilayah yang berada di kawasan Ring of Fire, Jawa Timur menghadapi berbagai potensi bencana, terutama bencana hidrometeorologi.
Data BPBD Jawa Timur mencatat sekitar 92 hingga 97 persen kejadian bencana pada periode 2022 hingga 2025 merupakan bencana hidrometeorologi. Hingga 25 Maret 2026, tercatat 115 kejadian bencana.
Khofifah menilai kondisi tersebut membutuhkan penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan. Di akhir kunjungan, Khofifah mengajak mahasiswa FKN Unhan memanfaatkan kegiatan studi lapangan untuk menggali berbagai potensi dan persoalan di Jawa Timur.
“Selamat studi lapangan di Jawa Timur. Silakan dieksplor, setelah itu mohon diberikan masukan kepada kami sehingga bisa berbenah dan melakukan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Dekan FKN Unhan Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M. menyampaikan apresiasi atas penerimaan Pemprov Jawa Timur terhadap para mahasiswa.
Ia mengatakan Jawa Timur menjadi salah satu lokasi pilihan mahasiswa FKN Unhan untuk melakukan pembelajaran lapangan karena dinilai memiliki pengalaman dalam membangun ketahanan daerah.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur dan jajarannya atas penerimaan yang begitu hangat bagi kami,” ujar Nefra.
Menurutnya, keamanan nasional merupakan hasil dari kemampuan seluruh komponen bangsa dalam membangun ketahanan secara bersama. Karena itu, mahasiswa diharapkan dapat membandingkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi di lapangan.
“Sehingga mereka mau lihat dengan teori yang mereka pelajari dengan fakta di lapangan yang ada. Itu yang mereka nanti membuat masukan kepada Provinsi Jawa Timur dalam rangka ketahanan Indonesia,” tuturnya.










