TVRINews, Malang
Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Malang menggelar Closing Ceremony Kenduri Lawasan QRISMA FEST 2026 bertema “Memorabilia QRIS: Dari Tradisi ke Transaksi” di Gedung Kesenian Gajayana, Jumat, 8 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang. Acara tersebut merupakan sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang dan Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat kolaborasi budaya serta digitalisasi sistem pembayaran.
Hadir dalam kegiatan itu Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Sekretaris Daerah Kota Malang, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Kepala OJK Malang, jajaran Forkopimda, pimpinan perbankan, organisasi perangkat daerah, serta masyarakat umum. Jumlah peserta mencapai lebih dari 500 orang.
Closing Ceremony QRISMA FEST 2026 dibuka dengan Tari Beskalan Putri Malangan dan ditutup pertunjukan ludruk Genaro Ngalam berjudul “Ambisi Sambel Trasi”. Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan Rekor MURI kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang dan Pemerintah Kota Malang atas capaian “Penjualan Jajanan Pasar Varian Terbanyak Menggunakan QRIS”.
Selain itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi menyerahkan buku Menulis Malang: Gagasan dan Harapan untuk Kota di Masa Depan kepada Andreas Eddy Susetyo dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Buku tersebut memuat 20 karya tulis warga Kota Malang yang membahas sejarah, peran pemuda, UMKM, hingga digitalisasi dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam sambutannya, Indra Kuspriyadi menyampaikan QRISMA FEST 2026 membawa semangat pelestarian tradisi sekaligus peningkatan transaksi digital.
"Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan tradisi yang ada di Kota Malang sembari menjaga ekonomi Kota Malang menjadi ekonomi yang mandiri, tangguh dan mampu memberikan nilai tambah yang besar serta mensejahterakan masyarakat," tandasnya.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menilai QRISMA FEST 2026 mampu mempertemukan nilai tradisi, kebersamaan, dan inovasi dalam satu harmoni.
"Adapun QRISMA FEST merupakan contoh nyata bahwa modernisasi tidak harus meninggalkan tradisi melalui digitalisasi," kata Wahyu.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat persatuan, menumbuhkan inovasi, dan meningkatkan kolaborasi demi mewujudkan Kota Malang yang semakin mbois dan berkelas. Rangkaian acara turut diisi pengumuman pemenang kompetisi QRISMA FEST 2026, meliputi Malang Merchant QRIS Race, Kajoetangan QRIS Race, lomba Kreasi Tumpeng, dan lomba Kampung Bersih.
QRISMA FEST 2026 berlangsung pada 4–8 Mei 2026 melalui kolaborasi Pemerintah Kota Malang, OJK, perbankan yang tergabung dalam BMPD, Pokdarwis Kampoeng Heritage Kajoetangan, serta pelaku usaha.
"Sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak diyakini dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan perdagangan, memperkuat daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ujar Indra Kuspriyadi.
QRISMA FEST 2026 menjadi cerminan perkembangan teknologi yang tumbuh selaras dengan pelestarian budaya.










