TVRINews, Surabaya
Kapoksi Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyoroti derasnya arus informasi yang dinilai bisa menjadi ancaman konkret bagi persatuan bangsa. Ia mengajak masyarakat tidak lengah menghadapi sentimen negatif yang menyasar nilai kebangsaan.
Hal itu disampaikan Bambang saat menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar warga Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.

"Kalau masyarakat tetap guyub, rukun, dan bersatu, berbagai tantangan, termasuk disrupsi informasi dan sentimen negatif terhadap nilai kebangsaan, bisa kita hadapi bersama," kata Bambang, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut BHS, arus informasi yang tidak terbendung bisa memecah belah jika masyarakat tidak punya daya tahan. Karena itu, persatuan disebutnya sebagai benteng utama.
"Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa nasionalisme masih tumbuh kuat di tengah masyarakat," ujarnya.
Bambang Haryo juga menegaskan bahwa nasionalisme tidak boleh berhenti pada seremoni. Semangat kemerdekaan, lanjutnya, harus diwujudkan dalam karya yang berdampak sosial dan menjaga keberagaman.
Di bagian akhir, ia menyentil potensi ekonomi lokal. Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dalam kegiatan warga dinilainya sebagai sinyal positif.
Menurut BHS, keterlibatan UMKM dalam kegiatan masyarakat menjadi momentum untuk mendorong pelaku usaha agar berkembang dan naik kelas. Penguatan sektor itu diharapkan bisa menopang pertumbuhan ekonomi Surabaya dan Jawa Timur secara lebih merata.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang Haryo turut menyampaikan belasungkawa atas bencana di Nusa Tenggara Timur dan mendoakan para korban.










