TVRINews, Kediri
Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pembiayaan bersama OPOP Jatim menggelar Workshop Penyusunan Rencana Bisnis Koperasi bagi koperasi pondok pesantren (koppontren) di Kabupaten Kediri, Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti 50 pengurus koppontren untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha dan menyusun strategi bisnis yang terarah, terukur, serta berkelanjutan.
Workshop menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan koperasi pesantren agar mampu menjadi penopang kemandirian ekonomi. Selain penyusunan rencana bisnis, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman, memperluas jejaring antarkoppontren, dan meningkatkan kualitas tata kelola koperasi.
Kegiatan dibuka Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Arif Lukman, mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya, Arif menegaskan rencana bisnis merupakan instrumen penting untuk menentukan arah pengembangan usaha sekaligus meningkatkan daya saing koperasi.
"Koperasi tidak cukup hanya memiliki semangat untuk berkembang, tetapi juga harus didukung dengan rencana bisnis yang matang, realistis, dan dapat diimplementasikan. Melalui workshop ini kami berharap setiap koppontren mampu menyusun strategi usaha yang sesuai dengan potensi masing-masing sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan. Dengan perencanaan yang baik, koperasi akan lebih siap menghadapi tantangan usaha dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota maupun lingkungan pesantren," ujarnya.
Pada sesi materi, Sekretaris Jenderal OPOP Jatim, Gus Ghofirin, memaparkan pengembangan ekonomi pondok pesantren melalui koppontren. Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi pesantren, mulai dari pengelolaan usaha hingga pemberdayaan santri.
"Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui koppontren yang dikelola secara profesional, pesantren tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga mampu melahirkan wirausaha yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Selain itu, setiap koppontren harus memperhatikan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara rutin karena RAT merupakan indikator penting koperasi yang sehat dan aktif. OPOP Jatim bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur siap terus mendampingi, membina, serta memberikan penguatan agar koperasi pesantren semakin maju, profesional, dan berkelanjutan," ungkap Gus Ghofirin.
Materi berikutnya disampaikan Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Kediri mengenai kebijakan pemberdayaan koperasi dan UMKM di Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah, koperasi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kelembagaan koperasi.
"Pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai kebijakan yang mendukung penguatan koperasi. Namun keberhasilan tersebut juga memerlukan komitmen pengurus koperasi untuk terus meningkatkan tata kelola, inovasi, dan kualitas usahanya. Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan koperasi akan menjadi kunci lahirnya koperasi yang sehat, produktif, serta mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Hardining Estu Murdinar dari Universitas Nahdlatul Ulama Blitar menyampaikan materi mengenai penyusunan rencana bisnis yang aplikatif dan terukur bagi koppontren. Peserta diajak memahami tahapan penyusunan rencana bisnis, mulai dari analisis potensi, penyusunan target usaha, strategi pemasaran, hingga evaluasi kinerja usaha.
"Rencana bisnis bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan peta jalan yang akan membantu koperasi menentukan arah pengembangan usahanya. Karena itu penyusunannya harus berbasis data, realistis, dan dapat dievaluasi secara berkala agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan serta lebih mudah menentukan prioritas pengembangan usaha ke depan," terangnya.
Selama workshop berlangsung, peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman mengelola usaha, serta berkonsultasi langsung dengan narasumber mengenai tantangan pengembangan koperasi di lingkungan pesantren. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan pada setiap sesi diskusi.
Salah seorang peserta dari Pondok Pesantren Al Amin Kediri mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan OPOP Jatim selama ini memberikan manfaat bagi pengembangan usaha pesantren.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Program OPOP Jatim yang terus membersamai pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi. Semoga semakin banyak pesantren di Jawa Timur yang mampu berkembang melalui koperasi yang sehat dan profesional. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur atas perhatian dan dukungannya terhadap kemajuan ekonomi pesantren. Kegiatan seperti ini memberikan wawasan baru dan menambah semangat kami untuk terus mengembangkan koperasi di lingkungan pesantren," tuturnya.
Melalui workshop ini, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bersama OPOP Jatim berharap seluruh koppontren mampu menyusun rencana bisnis yang lebih terarah, aplikatif, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha.
Penguatan kapasitas pengurus, pendampingan berkelanjutan, dan kolaborasi berbagai unsur diharapkan mampu memperkuat peran koperasi pondok pesantren sebagai penggerak kemandirian ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Jawa Timur.










