TVRINews, Surabaya
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi lima jenazah korban kebakaran dan tenggelamnya KM Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Madura. Dari lima korban yang berhasil diidentifikasi, satu jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, mengatakan sejak insiden terjadi, Polda Jatim bersama Polres jajaran di Madura berkolaborasi dengan berbagai instansi untuk menangani korban serta mempercepat proses identifikasi.
“Sejak awal kejadian, Polda Jawa Timur bersama stakeholder terkait, termasuk Dinas Kesehatan dan rumah sakit, telah membuka empat posko darurat dan Posko DVI, yakni di RSUD Sumenep, Pelabuhan Kalianget, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, serta Posko DVI di Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya. Hingga hari ini, lima kantong jenazah telah diterima dan seluruhnya berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur,” ujar Kombes Pol. Jules Abraham Abast.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jawa Timur sekaligus Komandan Operasi DVI, Kombes Pol. Wahono Edhi, menjelaskan proses identifikasi dilakukan sesuai standar ilmiah DVI dengan melibatkan berbagai instansi, di antaranya BPBD, Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Ditpolairud Polda Jatim, RS Bhayangkara Surabaya, RS Bhayangkara Pamekasan, Sie Dokkes Polres Sumenep, jajaran Sie Dokkes Polres di Madura, Polres KP3 Tanjung Perak, serta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Menurut Wahono, proses identifikasi dilakukan menggunakan data primer berupa sidik jari, serta data sekunder seperti pemeriksaan gigi, data medis, identifikasi visual, dan barang-barang milik korban.
“Tim DVI menerima lima kantong jenazah yang selanjutnya dilakukan proses identifikasi menggunakan data primer berupa sidik jari serta data sekunder berupa pemeriksaan gigi, data medis, visual, dan barang kepemilikan korban. Alhamdulillah, seluruh lima jenazah berhasil terverifikasi sehingga dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga,”jelasnya.
Lima korban yang berhasil diidentifikasi masing-masing adalah Sri Indratmo Wijaya (47), warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah; Siti Fatimah (57), warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan; Sari Sukoco (39), warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur; Rino Eka Putra (48), warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat; serta Yedi Hendrawan (63), warga Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Dari lima korban tersebut, jenazah Sri Indratmo Wijaya, warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Kombes Pol. Wahono Edhi menegaskan, hingga Senin, 3 Agustus 2026, seluruh jenazah yang diterima Tim DVI telah berhasil diidentifikasi. Namun, Operasi DVI masih terus berlangsung seiring proses pencarian korban oleh tim gabungan di lokasi kejadian.
Polda Jawa Timur mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang diduga menjadi penumpang KM Mutiara Sentosa II untuk segera melapor dan menyerahkan data antemortem ke Posko DVI guna mempercepat proses pencocokan identitas apabila ditemukan korban lainnya.
“Untuk memudahkan koordinasi dan pelayanan informasi kepada masyarakat, Polda Jawa Timur membuka Pusat Informasi Operasi DVI KM Mutiara Sentosa II melalui nomor 0851-9044-7911,”kata Wahono.
Polda Jawa Timur juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan menegaskan komitmennya untuk melaksanakan proses identifikasi secara profesional, ilmiah, transparan, dan humanis hingga seluruh rangkaian Operasi DVI KM Mutiara Sentosa II selesai.









