TVRINews, Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah ke-84 di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi pasar murah untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Komoditas yang dijual merupakan kebutuhan sehari-hari dengan harga subsidi sehingga menarik minat warga.
Khofifah mengatakan pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau. Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi yang dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah di Jawa Timur.
"Setiap Selasa ada rakor bersama Mendagri soal inflasi maka sebetulnya bagian dari kita melakukan penetrasi dari kemungkinan terjadinya potensi inflasi. Kita terus keliling melakukan penjangkauan dan memaksimalkan penguatan daya beli masyarakat melalui pasar murah," ujar Khofifah.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga subsidi, antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, cabai Rp5.000 per 200 gram, dan daging ayam ras Rp32.000 per kilogram.
Khofifah menjelaskan selisih harga dibandingkan harga pasar diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
"Misalnya daging ayam di Pamekasan harga Rp39.000 sampai Rp40.000 per kilogram, kita menjual di sini Rp32.000 per kilogram. Lalu MinyaKita mungkin di pasar harganya sampai Rp16.000 per liter, di sini kita jual Rp13.000 per liter, kemudian gula harganya rata-rata Rp17.500 per kilogram, kita jual di sini Rp14.000 per kilogram," katanya.
Menurut Khofifah, pasar murah tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendalian inflasi, tetapi juga menjadi sarana memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.
"Jadi pada dasarnya pasar murah sifatnya meluaskan penjangkauan kepada masyarakat. Mudah-mudahan daya beli mereka semakin kita siapkan di pasar murah, semakin terjangkau dan stabilisasi harga bisa kita lakukan," ujarnya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, pasar murah juga menghadirkan produk-produk UMKM lokal. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang promosi sekaligus pembinaan agar produk UMKM mampu meningkatkan kualitas dan daya saing.
"Selalu ada UKM yang menyertai pasar murah untuk menguatkan posisi UKM di mana saja supaya UKM naik kelas," kata Khofifah.
Ia menambahkan setiap pelaksanaan pasar murah juga menjadi ajang kurasi produk UMKM. Produk yang dinilai memenuhi standar akan mendapatkan pendampingan lanjutan dan berpeluang mengikuti misi dagang untuk memperluas akses pasar.
"Tampak sederhana, tetapi ini adalah proses bagaimana kita melihat produk-produk UKM di setiap titik pasar murah sambil melakukan kurasi. Biasanya ada satu atau dua produk yang saya ambil dan saya coba sendiri. Selanjutnya tim dari Disperindag maupun dinas terkait akan melakukan pendampingan agar produk tersebut bisa ikut dalam misi dagang dan memiliki pasar yang lebih luas," ujarnya.
Khofifah berharap pelaksanaan pasar murah secara berkelanjutan dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM.
Menurutnya, distribusi bahan pangan yang semakin mudah dijangkau masyarakat akan membantu menekan gejolak harga, menjaga ketersediaan komoditas, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
"Dengan distribusi bahan pangan yang lebih mudah diakses masyarakat, diharapkan gejolak harga dapat ditekan dan ketersediaan komoditas pokok tetap terjaga di berbagai wilayah," pungkasnya.










