TVRINews, Lamongan
Ratusan warga memadati Balai Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, untuk mengikuti tradisi Suran Agung 1960 Jawa yang digelar Paguyuban Murti Tomo Waskito Tunggal, Selasa, 7 Juli 2026.
Salah satu rangkaian kegiatan yang paling menarik perhatian adalah perebutan gunungan berisi aneka sayuran dan buah-buahan hasil pertanian warga.
Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai daerah berdatangan untuk menyaksikan prosesi budaya sekaligus mengikuti perebutan gunungan dan tumpeng yang menjadi bagian dari tradisi menyambut Bulan Suro.
Hasil bumi yang disusun menyerupai gunungan tersebut menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus harapan akan keberkahan.
Sebelum prosesi perebutan gunungan, kegiatan diawali dengan ritual doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat setempat. Selanjutnya digelar prosesi jamasan atau pencucian pusaka berupa keris dan benda-benda pusaka lainnya menggunakan air yang telah disiapkan sebagai bagian dari tradisi.
Ketua Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Lamongan, Heruwidi, mengatakan tradisi Suran Agung 1960 Jawa rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus merawat benda-benda pusaka peninggalan leluhur.
"Ini merupakan bentuk nyata melestarikan dan menguri-uri budaya leluhur Nusantara. Budaya harus fleksibel, tidak harus selalu dilakukan di tempat yang sunyi. Hari ini kita melihat kolaborasi antara pelestarian budaya dengan pemberdayaan UMKM dan para pedagang. Inilah fleksibilitas budaya sebagai dasar adat bangsa Indonesia," kata Heruwidi.
Menurut Heruwidi, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan turut memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan pelestarian budaya yang diselenggarakan masyarakat.
"Pemkab Lamongan selalu mendukung kegiatan seperti ini. Budaya adalah akar bangsa yang harus terus dijaga bersama," ujarnya.
Salah seorang warga, Farida, mengaku senang dapat mengikuti tradisi tersebut dan memperoleh hasil bumi dari gunungan yang diperebutkan masyarakat.
"Senang bisa dapat sayur mayur, dapat barokahnya. Semoga warga masyarakat di sini semakin sejahtera, makmur, dan terhindar dari segala bahaya," ujarnya.
Tradisi Suran Agung 1960 Jawa menjadi salah satu agenda budaya masyarakat di Kabupaten Lamongan yang rutin digelar setiap memasuki Bulan Suro. Selain mempertahankan tradisi leluhur, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berkumpulnya masyarakat dan pelaku usaha mikro yang membuka lapak di sekitar lokasi acara.










