TVRINews, Surabaya
Anggota DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menilai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki keselarasan ideologis dengan nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa. Hal itu disampaikan setelah melakukan napak tilas ke Rumah Masa Kecil Bung Karno dan Museum HOS Tjokroaminoto di Surabaya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kunjungan ke dua situs bersejarah tersebut menjadi titik refleksi bagi Cahyo untuk mengaitkan semangat perjuangan masa lalu dengan arah kebijakan pemerintah saat ini. Surabaya, sebagai kota yang melahirkan Bung Karno dan menjadi tempat perjuangan HOS Tjokroaminoto, menyimpan akar ideologis yang dinilai relevan dengan tantangan bangsa masa kini.
"Program pemerintahan Presiden Prabowo di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, hingga pengelolaan sumber daya alam memiliki roh yang sama dengan cita-cita Bung Karno dan para pendiri bangsa. Semangatnya adalah mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan," ujar Cahyo.
Menurutnya, benang merah antara kebijakan Prabowo dan ajaran para tokoh nasional bukanlah kebetulan. Pancasila sebagai dasar negara menjadi kompas yang menuntun arah pembangunan serta memastikan keberpihakan kepada rakyat kecil tetap menjadi prioritas.
Cahyo menyoroti HOS Tjokroaminoto yang disebut sebagai guru para pendiri bangsa karena telah meletakkan fondasi perjuangan ekonomi kerakyatan sejak masa kolonial. Kini, semangat tersebut dinilai menemukan relevansinya dalam kebijakan pemerataan ekonomi yang menjadi salah satu pilar pemerintahan Prabowo.
"Pak Prabowo memahami bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati segelintir pihak. Inilah napak tilas ideologis yang sejalan dengan ajaran Bung Karno tentang Trisakti—berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," tegasnya.
Ia mencontohkan program pengelolaan sumber daya alam yang berorientasi pada kepentingan nasional sebagai implementasi semangat berdikari yang digaungkan Bung Karno. Demikian pula dengan kebijakan di sektor kesehatan dan pendidikan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Cahyo menekankan bahwa memahami keterkaitan sejarah perjuangan dengan kebijakan masa kini merupakan bentuk literasi sejarah yang aplikatif. Generasi muda tidak cukup hanya mengetahui nama dan tanggal lahir tokoh nasional, tetapi juga harus mampu membaca relevansi nilai-nilai perjuangan tersebut dalam konteks kekinian.
Di sisi lain, ia mengapresiasi meningkatnya minat generasi muda untuk mengunjungi situs-situs bersejarah di Surabaya. Menurutnya, antusiasme yang tumbuh secara organik tersebut perlu dibarengi dengan pendalaman substansi agar tidak berhenti pada aktivitas wisata semata.
"Kami optimistis program-program strategis pemerintah saat ini mampu mengurangi kesenjangan sosial. Manfaat pembangunan harus dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat Indonesia. Inilah wujud nyata dari cita-cita para pendiri bangsa yang terus kita perjuangkan," tutup Cahyo.








