TVRINews, Surabaya
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya mencatat peningkatan kasus influenza A di empat provinsi, yakni Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Hingga minggu ke-37 tahun 2026, laboratorium rujukan tersebut telah menerima 632 spesimen surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).
Kepala BBLKM Surabaya Wisnu Trianggono mengatakan, peningkatan kasus terlihat dari hasil pemeriksaan dalam dua pekan terakhir. Berdasarkan data kumulatif hingga minggu ke-37, sebanyak 42 persen spesimen berasal dari kelompok bayi dan balita.
“Kelompok usia itu menjadi proporsi terbesar,” ujar Wisnu di Kantor BBLKM Surabaya, Menjangan.
Berdasarkan jenis kelamin, spesimen dari pasien laki-laki mencapai 60 persen, sedangkan perempuan 40 persen. Sementara kelompok usia produktif 15 hingga 59 tahun menyumbang 26 persen, lansia 20 persen, serta kelompok usia sekolah dan remaja 12 persen.
Pada minggu ke-37, BBLKM Surabaya menerima 51 spesimen ILI-SARI, turun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 95 spesimen. Meski demikian, jumlah spesimen yang terkonfirmasi positif influenza A justru mengalami peningkatan.
Dari 51 spesimen tersebut, sebanyak 16 positif influenza A subtipe H1N1Pdm09 dan empat spesimen positif H3N2.
“Positif H1N1Pdm09 naik dari sembilan menjadi 16 spesimen. H3N2 bertambah dari tiga menjadi empat,” kata Wisnu.
Secara kumulatif, tingkat kepositifan influenza hingga minggu ke-37 mencapai 21 persen. Dari seluruh kasus positif, H3N2 dan H1N1Pdm09 masing-masing menyumbang 42 persen, sedangkan influenza B lineage Victoria sebesar 16 persen.
BBLKM Surabaya mengingatkan, gejala influenza A memiliki kemiripan dengan Covid-19, di antaranya demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan.
Penularan influenza dapat terjadi melalui droplet saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara, terutama di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang kurang baik.
Meski memiliki gejala serupa, influenza A dan Covid-19 disebabkan oleh virus yang berbeda. Influenza A disebabkan virus influenza tipe A, sedangkan Covid-19 disebabkan SARS-CoV-2. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan jenis infeksi.
Kelompok yang rentan mengalami kondisi berat antara lain lansia, bayi dan balita, ibu hamil serta ibu dalam masa pascapersalinan, hingga orang dengan penyakit penyerta atau kondisi imunokompromais. Pada kondisi tertentu, influenza dapat berkembang menjadi pneumonia, gagal napas, hingga sepsis.
Wisnu mengimbau masyarakat memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan. Upaya tersebut antara lain rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai dan tertutup, menjaga jarak ketika sedang sakit, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Masyarakat juga diminta segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami gejala berat, seperti sesak napas, kejang, dehidrasi berat, atau penurunan kesadaran.










