TVRINews, Surabaya
PT Dharma Lautan Utama (DLU) menegaskan komitmennya menjaga standar keselamatan pelayaran dengan target nihil kecelakaan atau zero accident.
Namun, perusahaan menyoroti tarif angkutan penyeberangan yang dinilai tertinggal hingga 38 persen dari kebutuhan operasional riil dan berpotensi mengganggu keberlangsungan standar keselamatan tersebut.
Hal itu disampaikan pemilik PT DLU, Bambang Haryo Soekartono, saat puncak peringatan hari jadi ke-50 perusahaan di Surabaya, Sabtu, 16 Mei 2026.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Alhamdulillah, dalam beberapa tahun terakhir transportasi kami diminati masyarakat dan mampu menjaga zero accident,” ujar Bambang.
Menurutnya, struktur tarif penyeberangan saat ini belum mencerminkan kebutuhan operasional aktual industri pelayaran.
Kesenjangan tersebut dinilai menciptakan tantangan besar bagi operator dalam menjaga keseimbangan antara kualitas layanan, kenyamanan penumpang, dan keselamatan pelayaran.
Bambang menegaskan, penyesuaian tarif bukan semata persoalan bisnis, melainkan kebutuhan untuk memastikan standar pelayanan dan keselamatan tetap terjaga sesuai regulasi pemerintah.
“Dampak kenaikan tarif terhadap masyarakat sebenarnya tidak terlalu besar, namun ini sangat vital bagi keberlangsungan industri transportasi penyeberangan dan angkutan laut nasional,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono.
Ia mengapresiasi konsistensi DLU dalam menjaga tata kelola armada dan mendorong perusahaan pelayaran lain menjadikan DLU sebagai acuan.
“Saya mendorong perusahaan kapal untuk mencontoh PT DLU dalam mengelola kapal dengan baik,” katanya.
Soerjanto mengungkapkan, KNKT saat ini tengah berkolaborasi dengan DLU untuk mengadopsi sistem regulated agent ke sektor pelayaran.
Sistem yang selama ini lazim diterapkan di industri penerbangan diyakini mampu menekan risiko kebakaran kapal yang masih kerap terjadi.
“Kami memperoleh dukungan dari DLU dalam upaya meningkatkan keselamatan kapal. Sistem ini kami upayakan bisa diterapkan lebih luas di sektor pelayaran,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT DLU, Erwin H. Poedjono, menyebut pencapaian lima dekade perusahaan merupakan hasil inovasi dan konsistensi seluruh jajaran perusahaan.
Menurutnya, momentum ulang tahun ke-50 menjadi titik tolak untuk menghadapi tantangan industri pelayaran yang semakin dinamis.
“Founder kami selalu menyampaikan bahwa pelanggan adalah tamu terhormat. Itu yang terus kami jadikan pedoman,” kata Erwin.
Peringatan HUT ke-50 PT DLU turut dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan, anggota Komisi VII DPR RI, regulator pelabuhan, dan pelanggan setia perusahaan.
Bambang menambahkan, pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan mencapai 5,6 persen harus diantisipasi industri pelayaran melalui penguatan armada dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.










