TVRINews, Surabaya
BPJS Kesehatan Kantor Wilayah Jawa Timur menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur untuk memperluas perlindungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sasarannya adalah masyarakat yang belum terdaftar serta peserta dengan status kepesertaan nonaktif.
Kerja sama itu dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua lembaga. Langkah ini diharapkan menjadi strategi perluasan akses perlindungan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan agar memperoleh jaminan kesehatan secara berkelanjutan.
Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan, I Made Puja Yasa, menyebut kolaborasi tersebut sebagai sinergi lintas lembaga untuk memperluas kepesertaan JKN sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kesehatan.
"Melalui kerja sama ini, kami ingin memperkuat upaya perluasan kepesertaan JKN, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, seperti mustahik atau penerima manfaat zakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat di Jawa Timur," ujar Puja Yasa dikutip Minggu, 11 Oktober 2026.
Ia menjelaskan kerja sama ini juga menindaklanjuti pembahasan penyelenggaraan JKN dan prinsip syariah dengan merujuk pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Salah satu fokusnya: mendorong pengurus dan pihak terkait di lingkungan BAZNAS agar memiliki kepesertaan JKN aktif, serta menyebarluaskan informasi Program JKN kepada masyarakat, khususnya penerima manfaat zakat.

"BAZNAS memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap sinergi ini tidak hanya memperkuat edukasi mengenai JKN, tetapi juga membuka peluang dukungan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria untuk memperoleh perlindungan kesehatan, sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Puja Yasa menambahkan, dukungan melalui dana zakat, apabila dilaksanakan, perlu memperhatikan ketentuan syariah, peraturan perundang-undangan, serta kebijakan pengelolaan zakat yang berlaku, agar kolaborasi berjalan tepat sasaran dan akuntabel.
Tak hanya perluasan kepesertaan, BPJS Kesehatan juga mendorong penguatan promotif dan preventif melalui edukasi serta deteksi dini, termasuk skrining hipertensi, diabetes, dan kanker serviks sesuai indikasi.
"Perlindungan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap pelayanan ketika seseorang sakit, tetapi juga bagaimana masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini. Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat," tambahnya.
Kolaborasi tersebut disampaikan dalam rangkaian pemeriksaan mata dan pemberian 1.000 kacamata gratis bagi guru TK, RA, dan TPQ di Gedung Islamic Center Surabaya, Minggu 11 Oktober 2026.
Kegiatan yang digelar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama BAZNAS Jatim itu merupakan bagian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Ketua BAZNAS Jatim, M. Ghofirin, menyebut program tersebut mendapat sambutan positif, kuota 1.000 peserta terpenuhi selama pendaftaran daring pada 3–5 Oktober 2026.
Ke depan, sinergi BPJS Kesehatan, BAZNAS, dan Pemprov Jatim diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kesepahaman, melainkan ditindaklanjuti melalui program yang terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.










