TVRINews, Malang
Universitas Negeri Malang (UM) terus mengembangkan Program Studi Magister Sains Data dan Kecerdasan Buatan untuk menyiapkan tenaga ahli yang mampu memanfaatkan analisis data dan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata.
Program studi di bawah Departemen Teknik Elektro dan Informatika (DTEI) UM tersebut telah memulai perkuliahan angkatan pertama. Pengembangannya berfokus pada penguatan kompetensi analisis data, kecerdasan buatan, dan kemampuan riset mahasiswa.
Ketua Program Studi S2 Sains Data dan Kecerdasan Buatan UM, Didik Dwi Prasetya, mengatakan kebutuhan tenaga ahli di bidang tersebut semakin relevan seiring pesatnya perkembangan teknologi AI. Lulusan diharapkan tidak hanya mampu mengolah data, tetapi juga menghasilkan analisis yang dapat mendukung pengambilan keputusan.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI, kita membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu mengolah dan menganalisis data, tetapi juga menghasilkan wawasan untuk mendukung pengambilan keputusan,” ujar Didik dalam wawancara di Fakultas Teknik UM, Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurut Didik, program magister ini memberikan kesempatan kepada lulusan sarjana untuk memperdalam keahlian sekaligus mengembangkan kemampuan penelitian. Kompetensi tersebut dapat menjadi bekal untuk berkarier di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.
Secara akademik, kurikulum program studi ini mengintegrasikan tiga pilar keilmuan, yakni informatika, matematika, dan statistika. Informatika menjadi fondasi komputasi dan algoritma, matematika mendukung pemodelan serta optimasi, sedangkan statistika membantu mahasiswa menganalisis data, menarik kesimpulan, dan mengukur ketidakpastian.
“Integrasi ketiganya menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk merumuskan solusi berbasis data atas persoalan nyata,” jelasnya.
Dalam penerapannya, Program Studi S2 Sains Data dan Kecerdasan Buatan UM menetapkan pendidikan, kesehatan, dan industri sebagai tiga domain utama pengembangan pembelajaran dan riset.
Di sektor pendidikan, analisis data dapat digunakan untuk memahami pola belajar dan mengidentifikasi kebutuhan dukungan pembelajaran. Pada bidang kesehatan, analisis data biomedis dan data klinis pasien dapat menunjang penelitian serta pengembangan layanan kesehatan.
Sementara itu, di sektor industri, penerapan sains data dan AI dapat diarahkan untuk mengoptimalkan proses operasional serta rantai pasok. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan penelitian dengan mempertimbangkan karakteristik data, kebutuhan pengguna, dan konteks permasalahan. Publikasi ilmiah juga menjadi salah satu luaran yang ditargetkan.
Untuk memperkuat pembelajaran dan penelitian, UM mengembangkan jejaring kolaborasi dengan perguruan tinggi serta membuka peluang kerja sama dengan dunia industri.
“Kami ingin membangun ekosistem pembelajaran dan penelitian yang terhubung dengan perguruan tinggi lain serta dunia industri. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman riset yang lebih luas dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkap Didik.
Program studi tersebut telah menginisiasi kerja sama dengan sejumlah institusi di dalam negeri dan menjajaki penguatan kemitraan internasional dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Penjajakan ini secara khusus diarahkan pada bidang riset dan pertukaran dosen.
Selain itu, kolaborasi dengan perusahaan teknologi menjadi salah satu arah pengembangan untuk mendukung pembelajaran dan penerapan AI dalam berbagai bidang.
Dukungan terhadap kegiatan akademik turut dilakukan melalui pengembangan sumber daya komputasi. Saat ini, kegiatan penelitian memanfaatkan layanan komputasi awan untuk membantu pengolahan data dan pengembangan model AI.
UM juga merencanakan pengadaan server komputasi mandiri untuk melengkapi sumber daya yang tersedia dan menunjang kebutuhan penelitian mahasiswa maupun dosen.
Dengan bekal kompetensi sains data, kecerdasan buatan, dan kemampuan riset, lulusan program studi ini diharapkan dapat berkarier sebagai akademisi, peneliti, maupun tenaga ahli di sektor industri. Mereka juga diharapkan mampu merancang solusi berbasis data yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Pengembangan program studi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan keempat tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan kesembilan tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pendidikan pascasarjana berbasis riset, penguatan kompetensi digital, serta perluasan kolaborasi akademik dan industri.
Ke depan, UM akan berfokus pada peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan kurikulum yang responsif terhadap kemajuan AI, dan perluasan jejaring penelitian. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi keilmuan lulusan sekaligus mendorong lahirnya solusi sains data dan kecerdasan buatan yang relevan bagi sektor pendidikan, kesehatan, dan industri.










