TVRINews, Surabaya
Harga sejumlah kebutuhan pokok dan sayur-mayur di pasar tradisional Surabaya melonjak hingga lebih dari 100 persen dalam tiga pekan terakhir. Kenaikan harga tersebut diduga dipicu musim kemarau panjang yang berdampak pada hasil panen petani dan turut menekan daya beli masyarakat.
Salah seorang pedagang di Pasar tradisional Dukung Kupang Surabaya, Kholifah, mengungkapkan kenaikan paling menonjol terjadi pada komoditas cabai rawit kecil yang melonjak dari Rp30.000 menjadi Rp70.000 per kilogram. Sedangkan untuk cabai merah besar dari harga semula Rp30.000 hingga Rp35.000 kini naik Rp40.000 per kilogram.
Tidak hanya harga cabai, komoditi bawang merah dan sejumlah sayur-mayur juga turut merangkak naik. Bawang merah ukuran besar naik dari Rp25.000 menjadi Rp39.000 per kilogram. Sedangkan ukuran kecil Rp25.000 per kilogram.

“Udah pada naik semua ini mas…. Biasanya kulakan 8 sampai 10 kilogram, sekarang hanya bisa 5 kilogram. Gak berani banyak-banyak. Karena harganya naik, yang beli juga turun. Mungkin karena lagi musim kemarau ini,“ ujar Kholifah kepada tvrinews.com, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kholifah menambahkan, bukan hanya komoditas bawang yang naik, sayur-mayur yang biasa menjadi konsumsi masyarakat juga turut naik. Harga sawi putih melonjak dua kali lipat dari harga normal. Biasanya diharga Rp10.000 kini mencapai Rp18.000 sampai Rp20.000 per kilogram.

“Ini sawi putih juga melu-melu naik (Red. Ikutan naik) yang biasanya Rp10.000 sekarang Rp18.000-Rp20.000 per kilogram, gimana ini apa-apa naik,“ ujarnya.
Dari pantauan di pedagang lainnya juga harga tomat yang semula Rp10.000 menjadi Rp13.000 hingga Rp18.000. Bahkan, sampai Rp20.000 per kilogram. Wortel dan sawi daging juga naik rata-rata separuh harga dari harga normal.










