TVRINews, Surabaya
Ketua RT 12 Tambak Medokan Ayu, Surabaya, Jawa Timur, Suhadi, meluruskan kabar yang beredar luas di media sosial terkait dugaan sikap acuh warga terhadap keluarga ZAA. ZAA merupakan bocah penyandang Down Syndrome yang meninggal dunia dan diduga menjadi korban perundungan.
Suhadi membantah tegas anggapan bahwa warga setempat tidak memberikan bantuan saat korban membutuhkan pertolongan hingga proses pemakaman.
"Informasi yang menyebut warga tidak membantu itu tidak benar. Sejumlah warga, termasuk dari lingkungan RT tetangga, turut membantu membawa korban ke rumah sakit," ujar Suhadi, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pendampingan dari warga terus berlanjut hingga proses pemindahan jenazah ke Rumah Saki Bhayangkara serta proses pemakaman usai.
Tak hanya itu, warga juga bergotong royong menyiapkan pelaksanaan tahlilan, mulai dari kebutuhan konsumsi hingga urusan logistik keluarga korban.
Kepedulian Warga Sudah Berlangsung Lama
Lebih lanjut, Suhadi mengungkapkan bahwa perhatian warga terhadap keluarga ZAA sebenarnya sudah terjalin jauh sebelum peristiwa tragis ini terjadi. Mengingat kondisi ekonomi keluarga korban yang terbatas, warga dan donatur setempat kerap mengulurkan bantuan.
"Warga sudah berupaya membantu perekonomian keluarga korban, mulai dari memberikan bantuan modal usaha, rombong untuk berjualan, hingga urusan tempat tinggal. Bahkan, iuran lingkungan keluarga korban selama ini ditanggung oleh donatur," jelasnya.
Imbauan Agar Tidak Terpancing Isu di Media Sosial
Suhadi menyayangkan munculnya narasi di media sosial yang menyudutkan warga tanpa memahami situasi sebenarnya di lapangan.
Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Saat ini, warga memilih untuk menjaga situasi lingkungan tetap kondusif dan tidak saling menyalahkan. Merekapun menyerahkan sepenuhnya penanganan dugaan kasus perundungan yang dialami ZAA kepada pihak berwenang.
"Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru mempercayai kabar yang beredar di media sosial tanpa tahu kejadian utuh. Terkait dugaan perundungan, mari kita tunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak kepolisian," pungkas Suhadi.










