TVRINews, Surabaya
Anggota DPR RI sekaligus Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menilai Wondr Futsal Series 2026 Regional Jawa Timur menjadi ajang strategis untuk mencetak dan meregenerasi atlet futsal berbakat. Kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan talenta muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Turnamen tersebut dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, di Surabaya. Kompetisi ini diikuti tim perwakilan dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Menurut Bambang Haryo, penyelenggaraan kompetisi berjenjang menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan futsal Indonesia. Melalui ajang ini, para atlet muda memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus mengikuti proses pembinaan menuju level yang lebih tinggi.
"Kompetisi ini merupakan cikal bakal lahirnya generasi baru atlet futsal. Kita berharap muncul talenta-talenta muda yang nantinya dapat memperkuat prestasi Indonesia di berbagai kejuaraan, baik tingkat nasional, Pekan Olahraga Nasional (PON), maupun ajang regional,"ujar Bambang Haryo.
Politikus yang akrab disapa BHS itu menegaskan, regenerasi atlet harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pembinaan usia dini dan kompetisi yang terstruktur. Menurutnya, langkah tersebut penting agar Indonesia memiliki stok pemain berkualitas untuk masa depan.
Ia juga menilai Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil atlet berbakat. Selama ini Jawa Timur dikenal sebagai salah satu kekuatan utama dalam dunia olahraga nasional, termasuk sepak bola.
"Jawa Timur memiliki banyak pemain berbakat. Saya berharap tidak hanya sepak bola, tetapi futsal dari Surabaya dan Jawa Timur juga mampu menjadi yang terbaik di tingkat nasional," tegasnya.
Wondr Futsal Series 2026 diharapkan menjadi panggung bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk mengikuti pembinaan lanjutan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun kejuaraan tingkat regional.
Bambang Haryo menambahkan, keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada kompetisi, tetapi juga memerlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, organisasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Melalui ajang ini, kami ingin memastikan tidak ada satu pun talenta emas yang terlewatkan. Jawa Timur harus menjadi barometer kebangkitan futsal nasional," pungkas Bambang Haryo.









