TVRINews, Probolinggo
Memperingati Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era, umat Buddha menggelar proses unik yakni memandikan Rupang Buddha kecil di tempat ibadat Tri Dharma, Klenteng Sumber Naga, Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada Minggu, 31 Mei 2026.
Memandikan Rupang Buddha kecil sebagai wujud penyucian ciri dari berbagai hal negatif untuk kehidupan yang lebih baik di masa yang akan dating.

Suasana hikmad sangat terasa di tempat ibadat Tri Dharma, Klenteng Sumber Naga Kota Probolinggo ini. Umat Buddha berdatangan untuk mengikuti serangkaian prosesi ini.
“Ritual memandikan rupang Buddha kecil ini, menjadi sebuah rutinitas di setiap perayaan Waisak. Dan ritual ini tidak semua tempat sembahyang melakukannya. Mungkin hanya di TITD Sumber Naga saja,” ujar Pengurus TITD Klenteng Sumber Naga, Erfan Sutjianto, Minggu, 31 Mei 2026.
Ritual tersebut hanya dilaksanakan saat perayaan Waisak, tidak setiap hari, minggu, atau bulan. Prosesi memandikan rupang dilakukan secara bergantian oleh umat, dengan harapan membersihkan diri dari loba (keserakahan), moha (ketidaktahuan), dan dosa (kebencian, kemarahan, iri, dan dengki) yang masuk melalui panca indera.

Prosesi awal dimulai dengan memandikan Rupang atau Patung Buddha kecil. Pada Prosesi ini satu persatu umat Buddha mendekati Rupang atau patung Buddha kecil dan memadikannya dengan air bunga.
Ada sejumlah prosesi persembahyangan yang dilakukan umat Buddha dalam memperingati Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era ini. Selain memandikan Rupang Buddha kecil, prosesi lainnya adalah pendupaan, amisa puja hingga pembacaan Paritta Suci saat menyambut detik-detik Waisak pada sore hari.
Pada malam harinya dilanjutkan dengan pradaksina atau mengeliligi tempat ibadah sambal membawa bunga sebagai bentuk penghormatan tertinggi sang Buddha dari para dewa.
Peringatan Hari Raya Waisak 2570 B.E. mengusung tema "Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan", dengan subtema "Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia". Tema ini juga sering disuarakan sebagai "Dharma Menjaga Perdamaian Dunia"










