TVRINews, Probolinggo
Luas lahan konservasi di kawasan Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, yang terbakar terus bertambah. Hingga Selasa pagi, 11 Agustus 2026, luas area terdampak kebakaran mencapai 740 hektare.
Leading sektor penanggulangan kebakaran Bromo, Kolonel Infanteri Wahyu Ramadhanus Suryawan, mengatakan ada dua titik api baru yang muncul saat ini. Diantaranya di lokasi Pundak Lembu atau P30 yang secara administrative masuk Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo.
Upaya pemadaman dilakukan secara masif melalui berbagai lini. Mulai dari pengerahan helikopter untuk water bombing, penggunaan drone untuk memantau titik api, hingga penerjunan sejumlah unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi yang terjangkau.

“Hari ini sudah berdampak pada 742 Hektar lahan yang terbakar dan proses pemadaman terus dilakukan,“ ujar Kolonel Wahyu, Selasa, 11 Agustus 2026
Dukungan penuh juga datang dari pusat. Gatot merinci, saat ini ada dua unit helikopter milik BNPB yang terus beroperasi, ditambah satu unit helikopter dari Pemprov Jatim. Sinergi di jalur darat pun tak kalah kuat dengan keterlibatan personel TNI-Polri serta para relawan.
"Dukungan BNPB berupa dua unit helikopter terus berjalan plus satu helikopter Pemprov Jatim. Pastinya dukungan tim darat TNI-Polri serta relawan terus bersinergi untuk pemadaman,“ ucapnya.
Seperti diketahui, kebakaran hebat yang melanda Kawasan Wisata Bromo sejak Senin pekan lalu bermula dari Blok Bantengan Lumajang. Kemudian merembet ke Waty gede, Malang. Hingga akhirnya menjalar ke Jantur, Probolinggo dan Dingklik, Wonokitri, Pasuruan.
Salah satu Warga Tengger, Lilin, berharap kondisi ini segera pulih dan api segera bisa dipadamkan. Karena juga berpengaruh kepada aktivitas masyarakat di sekitar Lereng Tengger.

“Semoga segera bisa padam dan kami bisa beraktivitas dan melaksanakan peribadatan dengan tenang dan tidak khawatir akan kebakaran di sekitar Taman Nasional ini," tandas Lilin.








