TVRINews, Surabaya
KH. Asep Saifuddin Chalim memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja dan kepemimpinan Menteri Haji dan Umrah, Dr. Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 tidak lepas dari komitmen kuat sang menteri dalam menegakkan integritas dan memberantas praktik transaksi ilegal.
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu mengaku bangga dapat mendampingi Gus Irfan selama penyelenggaraan haji dan menyaksikan langsung gaya kepemimpinannya. Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Asep di kediamannya setelah kembali dari Tanah Suci.
“Saya merasa bangga bisa membersamai Menteri Haji Gus Irfan. Beliau seorang menteri yang patut menjadi teladan bagi menteri-menteri lainnya. Beliau berhasil memimpin penyelenggaraan haji 2026. Kuncinya adalah integritas,” ujar Kiai Asep, Selasa 9 Juni 2026.
Kiai Asep mengungkapkan, sejak awal menjabat, Gus Irfan telah menanamkan prinsip antikorupsi kepada seluruh jajaran penyelenggara haji. Ia mengaku menyaksikan langsung arahan tegas yang disampaikan kepada para direktur penyedia layanan.
“Saya menyaksikan sendiri apa yang beliau sampaikan kepada para direkturnya, ‘Di era saya tidak boleh ada fee-fee-an. Tidak ada cashback-cashback-an, walaupun setengah riyal. Kalau ada orang saya yang melakukan itu, laporkan’,” tutur Kiai Asep menirukan pesan Gus Irfan.
Menurutnya, arahan tersebut mendapat respons positif dan menjadi fondasi lahirnya budaya kerja yang lebih bersih dan profesional. Semangat integritas itu kemudian menular hingga ke seluruh petugas haji di lapangan sehingga menciptakan sistem pelayanan yang lebih bertanggung jawab.
“Keteladanan dari pimpinan menjadi contoh bagi seluruh jajaran di bawahnya,” katanya.
Selain aspek tata kelola, Kiai Asep juga menilai pelaksanaan puncak ibadah haji tahun ini berlangsung lebih efektif dan efisien. Salah satu yang paling menonjol adalah kelancaran pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina.
“Biasanya proses perpindahan dari Muzdalifah berlangsung hingga siang hari. Sekarang pagi hari sudah selesai semua, sehingga tidak ada jemaah yang kepanasan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi strategi penempatan jemaah di kawasan Syisyah dan Raudhah yang lokasinya relatif dekat dengan Mina. Kebijakan tersebut memungkinkan jemaah melakukan tanazul atau kembali lebih cepat ke pemondokan sehingga pelaksanaan lempar jumrah dan mabit dapat berlangsung lebih nyaman.
Untuk jangka panjang, Kiai Asep mengusulkan perluasan kapasitas Mina melalui pembangunan fasilitas akomodasi bertingkat. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan jemaah di kawasan Mina yang luasnya terbatas.
Di sisi lain, ia juga menyoroti keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini dalam menekan angka kematian jemaah.
“Sampai hari ini, dan mudah-mudahan hingga akhir penyelenggaraan, angka kematian jemaah dapat ditekan, mungkin hanya sekitar separuh dari tahun-tahun sebelumnya. Itu pencapaian yang sangat mencolok,” ungkapnya.
Kiai Asep berharap pola kepemimpinan yang mengedepankan integritas, disiplin, dan kerja keras seperti yang ditunjukkan Gus Irfan dapat menjadi contoh bagi para pejabat publik lainnya.
“Semoga ini menjadi teladan bagi menteri-menteri yang lain,” tutupnya.










