TVRINews, Surabaya
One Pesantren One Product (OPOP) Jatim bersama UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur menggelar kegiatan “Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM bagi Pengurus/Pengelola Koperasi Pesantren” pada Senin - Selasa, 18 - 19 Mei 2026 di Probolinggo.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia koperasi pesantren agar mampu berkembang lebih profesional, mandiri, dan adaptif menghadapi tantangan ekonomi modern. Pelatihan diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari 20 koperasi pesantren se-Kabupaten dan Kota Probolinggo.
Pada hari pertama kegiatan, hadir Kepala UPT Pelatihan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur Anjik Sudiyantoro, perwakilan Dinas Koperasi Probolinggo, Usaha Mikro, Perdagangangan dan Industri Ari Sulistyowati, serta Sekretaris Jenderal OPOP Jatim Gus Ghofirin.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan program pemberdayaan pesantren dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis koperasi pesantren di Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Anjik Sudiyantoro hadir mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur untuk memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan pelatihan secara resmi.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM koperasi pesantren agar mampu berkembang lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing.
Dalam arahannya, Gus Ghofirin turut menyampaikan salam hangat dari Gubernur Jawa Timur kepada seluruh peserta pelatihan. Ia mengajak para pengurus koperasi pesantren untuk terus semangat membangun ekonomi umat melalui penguatan koperasi pesantren yang mandiri dan berdaya saing.
“Ibu Gubernur Jawa Timur menitipkan salam hangat untuk panjenengan semuanya. Beliau berharap koperasi pesantren terus tumbuh, berkembang, dan mampu menjadi penggerak ekonomi umat di lingkungan pesantren maupun masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta pelatihan, Senin, 18 Mei 2026.
Ia juga menegaskan bahwa koperasi pesantren memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi di lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar. Menurutnya, koperasi pesantren tidak cukup hanya berjalan secara administratif, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas usaha, memperluas pasar, serta menciptakan inovasi produk agar mampu bersaing di era digital.
Gus Ghofirin berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk membawa koperasi pesantren naik kelas dan semakin memberikan manfaat bagi santri maupun masyarakat.
Sementara itu, Anjik Sudiyantoro dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pengurus koperasi agar mampu menjalankan koperasi secara profesional dan akuntabel.
“Melalui pelatihan ini kami berharap pengurus koperasi pesantren semakin memahami tata kelola koperasi yang baik, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan maupun usaha koperasi,” ungkapnya.
Kegiatan hari pertama juga diisi dengan penyampaian materi dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut, Ari Sulistyowati menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap memberikan pendampingan kepada koperasi pesantren di Probolinggo agar mampu berkembang lebih baik dan berkelanjutan.
“Kami siap mendampingi koperasi pesantren di Probolinggo, baik dalam penguatan kelembagaan, peningkatan manajemen usaha, maupun pengembangan produk agar koperasi pesantren semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu memperkuat peran koperasi pesantren sebagai penggerak ekonomi masyarakat di lingkungan pesantren maupun daerah sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, OPOP Jatim berharap koperasi pesantren di Probolinggo dapat terus berkembang menjadi pusat ekonomi pesantren yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.
Pelatihan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengurus koperasi pesantren sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi santri maupun masyarakat sekitar.










