TVRINews, Probolinggo
Tujuh hari sejak kebakaran terjadi di kawasan konservasi Bromo, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mencatat sekitar 520 hektare hutan dan lahan ludes terbakar. Upaya modifikasi cuaca untuk membantu proses pemadaman belum dapat dilakukan karena kondisi alam yang tidak memungkinkan.
Saat ini, proses pemadaman kebakaran yang telah dilakukan sejak Senin petang terus dimaksimalkan dengan berbagai cara. Upaya tersebut melibatkan ratusan personel pasukan darat, drone water spray, hingga helikopter water bombing yang kini lebih dimaksimalkan.
Luasan lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 520 hektare, meningkat dari data awal yang mencapai sekitar 300 hektare. Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama pihak TNBTS.
Rapat tersebut juga melibatkan jajaran Polri, Manggala Agni, BNPB, dan BMKG yang turut terlibat dalam penanganan kebakaran.
Setelah rapat koordinasi, Raja Juli meninjau langsung kawasan terdampak serta proses pemadaman yang dilakukan tim di lapangan. Didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Menteri Kehutanan mengungkapkan bahwa upaya water bombing akan lebih dimaksimalkan hingga api benar-benar padam.
Hal tersebut dilakukan mengingat modifikasi cuaca belum dapat dilakukan. Menurut informasi BMKG, tidak ditemukan bibit awan yang berpotensi menghasilkan hujan hingga 10 hari ke depan.
"Pemerintah memastikan pemadaman terus dilakukan hingga api benar-benar padam dan kondisi kawasan dinyatakan aman," ujar Menhut, Minggu, 9 Agustus 2026.
Raja Juli juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan karena potensi kebakaran masih dapat terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Menhut juga menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di bawah arahan Presiden Prabowo, pemerintah disebut akan melakukan langkah maksimal untuk mengantisipasi fenomena El Nino.
"Secara nasional Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang sangat jelas. Artinya, pemerintah all out untuk mengantisipasi El Nino yang sering disebut sebagai El Nino Godzilla ini," tegasnya.









