TVRINews, Kediri
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) dan tali asih senilai Rp1,819 miliar kepada masyarakat Kota Kediri di Balai Kota Kediri, Sabtu, 23 Mei 2026.
Penyaluran bantuan tersebut turut didampingi Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani.
Khofifah menyampaikan bahwa penyaluran bansos merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Hari ini penyaluran bansos senilai Rp1,819 miliar adalah bagian dari komitmen Pemprov Jawa Timur untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Khofifah dalam keterangan yang dikutip, Minggu, 24 Mei 2026.
Ia menegaskan pemerintah terus berupaya menghadirkan kesejahteraan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi masyarakat Jawa Timur.
Menurutnya, program bansos juga menjadi bagian dari implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Sejahtera, sebagai upaya mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045 serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal.
“Prioritas utama kami adalah percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial melalui perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu,” katanya.
Khofifah juga menekankan bahwa bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu memberikan dampak pengungkit terhadap kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia mengimbau penerima manfaat agar menggunakan bantuan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendorong semangat kewirausahaan.
Selain itu, Khofifah memberikan apresiasi kepada seluruh pilar sosial seperti pendamping PKH, TKSK, Tagana, dan unsur terkait lainnya yang berperan dalam memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
“Di balik setiap bantuan yang tersalurkan, ada kerja keras para pilar sosial. Pengabdian mereka sangat penting dalam memastikan program berjalan efektif,” ujarnya.
Total bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencapai Rp1,794 miliar, yang terdiri dari PKH Plus untuk 485 keluarga, BLT DBHCHT untuk 265 buruh pabrik rokok, bantuan kemiskinan ekstrem untuk 125 penerima, serta bantuan bagi penyandang disabilitas dan program KIP PPKS Jawara.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa penyaluran bansos merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta mendorong peningkatan kesejahteraan warga.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Kediri.










