TVRINews, Surabaya
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong para alumni UNAIR untuk memperkuat jejaring lintas sektor dan negara.
Khofifah berharap IKA UNAIR tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi mampu mengambil peran strategis dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Forum Silaturahmi IKA UNAIR Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak.
Menurut Khofifah, pertemuan alumni harus menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, menyusun gagasan, serta membuka peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Kita terus menanam, menyiram, dan merawat apa yang sudah kita bangun. Insyaallah suatu saat akan ada hasilnya. Yang terpenting adalah memastikan setiap kerja yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Khofifah.
Ia menilai jaringan alumni UNAIR memiliki potensi besar untuk menjadi penghubung kolaborasi antardaerah. Salah satunya dengan mempertemukan potensi Jawa Timur dan Kalimantan Barat dalam berbagai sektor pembangunan.
“Semakin besar kontribusi yang diberikan alumni, semakin kuat pula identitas almamater. IKA UNAIR harus mampu mengambil peran sehingga keberadaan UNAIR juga semakin terasa manfaatnya,” katanya.
Khofifah menyebut kolaborasi antardaerah dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertukaran pengetahuan dan penerapan praktik-praktik pembangunan yang telah berhasil dilakukan di daerah lain.
“Jejaring alumni merupakan kekuatan yang besar. Kalau terus dirawat melalui komunikasi dan kolaborasi, manfaatnya tidak hanya kembali kepada almamater, tetapi juga bisa dirasakan masyarakat luas,” tuturnya.
Ia juga mendorong alumni UNAIR di Kalimantan Barat agar aktif mengambil peran di berbagai bidang. Menurutnya, sejumlah pengalaman dan praktik baik yang telah diterapkan di Jawa Timur dapat menjadi referensi untuk dikembangkan di Kalimantan Barat dengan menyesuaikan kebutuhan daerah.
“Best practice yang ada di Jawa Timur bisa dipelajari dan diterapkan di Kalimantan Barat sepanjang memang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah,” jelas Khofifah.
Dorong Jejaring Alumni hingga Amerika Serikat
Selain bertemu dengan alumni di Kalimantan Barat, Khofifah juga melakukan pertemuan dengan IKA UNAIR Chapter Amerika Serikat di Grahadi, Surabaya, Rabu (12/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan jaringan alumni di luar negeri, termasuk peluang membuka akses bagi alumni UNAIR ke perusahaan-perusahaan besar dunia.
Khofifah mengatakan penguatan ekosistem alumni di tingkat global membutuhkan proses yang konsisten dan budaya kolaborasi yang kuat.
“Membangun jejaring global tentu bukan pekerjaan yang sederhana. Karena itu, ekosistem dan kultur kolaborasi harus terus dibangun agar seluruh alumni memiliki semangat yang sama untuk mendorong kemajuan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pertukaran pengalaman dan kesempatan belajar.
“Mari saling belajar dan berbagi pengalaman. Penguatan kualitas SDM merupakan investasi penting untuk kemajuan daerah dan bangsa, dan salah satu pintunya adalah membangun jejaring alumni,” tegas Khofifah.
Buka Peluang Pengembangan Karier Alumni
Dalam forum bersama alumni Kalimantan Barat, sejumlah peserta juga menyampaikan aspirasi terkait pengembangan karier, khususnya bagi lulusan baru.
Khofifah memastikan IKA UNAIR akan terus memperluas program pengembangan karier bagi seluruh alumni, baik lulusan baru maupun mereka yang telah lama memasuki dunia kerja.
Program tersebut antara lain mencakup uji kompetensi, advokasi, fasilitasi persiapan seleksi CASN, kesempatan magang, hingga pengembangan karier di luar negeri.
“IKA UNAIR memiliki jaringan internasional yang dapat menjadi jembatan bagi alumni untuk mendapatkan pengalaman global. Ada lima chapter internasional yang aktif, termasuk di Amerika Serikat,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, keberadaan jaringan alumni di Amerika Serikat juga dapat membuka kesempatan bagi alumni UNAIR untuk mendapatkan pengalaman bekerja atau magang di perusahaan besar.
“Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas alumni. Setelah mendapatkan pengalaman di luar negeri, mereka bisa kembali ke Indonesia dengan kompetensi dan nilai tawar yang semakin kuat,” katanya.
Khofifah juga menyoroti peluang kerja sama di sektor pertanian dan peternakan antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat. Ia menyebut Jawa Timur memiliki sejumlah fasilitas dan pengalaman yang dapat menjadi rujukan bagi pengembangan sektor tersebut di daerah lain.
Salah satunya teknologi inseminasi buatan untuk pengembangan peternakan sapi.
“Teknologi inseminasi buatan relatif sederhana dan dapat dikembangkan sesuai kemampuan serta kebutuhan daerah. Ini menjadi salah satu peluang yang bisa dikolaborasikan dengan Kalimantan Barat,” jelasnya.
Alumni Berperan dalam Prestasi UNAIR
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut menyampaikan capaian UNAIR di tingkat internasional.
Berdasarkan QS World University Rankings terbaru, UNAIR berada di peringkat 276 dunia, meningkat dari posisi 287 pada tahun sebelumnya.
Khofifah menyebut kontribusi alumni menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi reputasi universitas, termasuk melalui rekam jejak lulusan di dunia kerja.
“Alumni memiliki peran penting dalam reputasi universitas. Salah satunya tercermin dari employee reputation, termasuk masa tunggu lulusan dan penghasilan pertama mereka,” katanya.
Sementara pada 2025, UNAIR berhasil menempati peringkat kesembilan dunia dalam THE Impact Rankings. UNAIR juga tercatat sebagai perguruan tinggi dengan capaian terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) berdasarkan pemeringkatan tersebut.
Khofifah menilai pencapaian UNAIR tidak terlepas dari kontribusi seluruh elemen, termasuk para alumni yang terus memberikan pengabdian di berbagai bidang.
Ia pun mengajak seluruh alumni untuk menjaga reputasi almamater sekaligus memperluas jejaring kerja sama dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mari terus menjaga silaturahmi, memperkuat jejaring, membangun kolaborasi lintas daerah, menyebarkan informasi positif tentang almamater, dan memberikan kontribusi nyata sesuai bidang masing-masing,” pungkas Khofifah.










