TVRINews, Mojokerto
Sebanyak 30 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto resmi diberangkatkan menuju Sekolah Rakyat di Kota Kediri, Jawa Timur. Pelepasan dilakukan oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra di halaman Pendopo Kabupaten Mojokerto.
Para orang tua turut mengantar anak-anak mereka dengan penuh antusias. Mereka berharap program Sekolah Rakyat dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk terus melanjutkan pendidikan meski harus tinggal terpisah dari keluarga.
Kepala SRMP 15 Mojokerto, Heri Susanto, mengatakan para siswa baru tersebut untuk sementara dititipkan di Sekolah Rakyat Kediri karena gedung Sekolah Rakyat Mojokerto masih dalam tahap pembangunan.
“Kita akan mengantar anak-anak ini untuk sementara kita titipkan di Sekolah Rakyat di Kediri, karena Gedung Sekolah Rakyat di Mojokerto masih dalam tahap pembangunan hingga bulan Juli 2027 mendatang, namun masih terdapat siswa Sekolah Rakyat yang lama tetap menempuh Pendidikan di Mojokerto di SRMP 15 Mojokerto meskipun gedungnya masih berada di Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Kabupaten Mojokerto,” ucap Heri, Kamis, 23 Juli 2026.
Heri menjelaskan, meski gedung lama SRMP 15 Mojokerto masih menempati kantor BKPSDM Kabupaten Mojokerto, fasilitas pendidikan yang tersedia cukup lengkap. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas dengan smartboard, asrama, perpustakaan, unit kesehatan sekolah (UKS), hingga layanan makan bergizi tiga kali sehari dengan konsep prasmanan.
Para siswa baru SRMP 15 Mojokerto akan mengikuti pendidikan sementara di Kediri hingga pembangunan gedung baru selesai. Selain mendapatkan pembelajaran akademik, para siswa juga akan memperoleh pembinaan karakter dan kemandirian.
Salah satu orang tua siswa, Retno Rahayu, menyampaikan apresiasinya terhadap program Sekolah Rakyat yang memberikan kesempatan pendidikan gratis dengan fasilitas yang memadai.
“Terimakasih, Sekolah Rakyat bapak Presiden sangat membangun sekali bagi kami orang tuas yang berpenghasilan pas-pasan. Anak kami bisa sekolah dengan baik. Saya berharap anak-anak yang bersekolah disini bisa mewujudkan cita-citanya, sukses ke depannya,” ucap Retno penuh harap.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra atau Gus Barra mendoakan 30 siswa SRMP 15 Mojokerto dapat menjalani pendidikan dengan baik selama berada di Sekolah Rakyat Kediri.
“Iya mereka akan menjalani rutinitas padat tidak hanya akademik tetapi juga pembinaan karakter dan kemandirian. Mereka mulai mengikuti pelajaran pukul 7 pagi hingga jam 3 sore dilanjutkan dengan ekstrakurikuler dan pendampingan wali asuh hingga malam hari,” kata Gus Barra.
Gus Barra menambahkan, Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut diberikan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Terimakasih kepada bapak Presiden Prabowo atas program ini. Sekolah rakyat adalah upaya untuk meningkatkan sumber daya masyarakat ekonomi bawah melalui pendidikan, sehingga mereka bisa mengubah nasib dan status sosialnya,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah menyiapkan lahan seluas 8 hektare di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Gedung tersebut direncanakan mampu menampung 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA dengan anggaran pembangunan sebesar Rp8 miliar serta alokasi pembebasan lahan.










