TVRINews, Malang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pengembangan sektor hortikultura sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Hal itu disampaikan saat mengunjungi perkebunan salak madu di Desa Wonoagung, Kecamatan Kesambon, Kabupaten Malang, Senin 13 Juli 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah bersama Bupati Malang H. Sanusi melihat langsung proses budidaya salak madu yang dikembangkan oleh petani setempat. Salah satunya kebun milik Sukatmiani yang telah dibudidayakan selama sembilan tahun.
Khofifah berdialog dengan petani terkait proses perawatan tanaman, produktivitas hasil panen, hingga peluang pengembangan salak madu sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Gubernur Jawa Timur juga ikut memanen langsung buah salak dari pohonnya serta mencicipi hasil panen yang memiliki ciri khas rasa manis dan tekstur renyah.
Menurut Khofifah, keberhasilan petani Desa Wonoagung dalam mengembangkan salak madu menunjukkan potensi besar pertanian lokal apabila dikelola dengan baik dan didukung akses pasar yang memadai.
"Komoditas lokal seperti salak madu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar kualitas produksi, nilai tambah, serta pemasaran semakin meningkat," ujar Khofifah, dikutip, Selasa, 14 Juli 2026.
Saat ini, kebun salak madu di Desa Wonoagung masih memiliki area tanam yang terbatas. Namun, dengan kualitas buah yang dinilai premium, permintaan pasar terus meningkat bahkan sebagian hasil panen telah dipesan sebelum masa panen tiba.
Dengan sekitar 450 pohon salak, kebun milik Sukatmiani mampu menghasilkan rata-rata 40 hingga 60 kilogram buah setiap pekan. Saat memasuki musim panen raya pada Agustus hingga September, produksi dapat meningkat hingga sekitar satu kuintal.
Khofifah bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Malang, Dinas Perkebunan Jawa Timur, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa juga membahas peluang perluasan area tanam salak madu untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin berkembang.
Selain salak madu, Desa Wonoagung juga memiliki potensi pertanian lain seperti durian, manggis, dan jeruk. Kondisi tanah hitam yang subur menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan berbagai komoditas hortikultura.
Pemprov Jawa Timur berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas petani, pengembangan agribisnis, hilirisasi produk pertanian, serta perluasan jaringan pemasaran.
Sementara itu, petani salak madu Desa Wonoagung, Sukatmiani, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan hortikultura lokal.
"Terima kasih atas perhatian Gubernur Jawa Timur yang sudah berkunjung dan melihat langsung perkebunan salak kami. Semoga produksi dan pemasaran salak madu semakin berkembang," ungkap Sukatmiani.
Ia mengatakan, pengetahuan budidaya salak diperolehnya setelah mempelajari teknik penanaman di kawasan lereng Merapi, kemudian membawa bibit dari Desa Turi, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk dikembangkan di Wonoagung.
Melalui pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi lokal, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap sektor hortikultura dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.










