TVRINews, Lamongan
Persela Lamongan menjadi satu dari sembilan klub yang belum memenuhi kriteria Lisensi PSSI (Club Licensing) untuk musim kompetisi Liga 2 2026/2027. Kondisi tersebut membuat Laskar Joko Tingkir terancam memulai kompetisi dengan pengurangan poin.
Sebelumnya, Direktur I League, Asep Saputra, menegaskan klub yang tidak memenuhi standar lisensi akan mendapatkan konsekuensi sesuai regulasi yang berlaku.
Menanggapi hal itu, manajemen Persela Lamongan menyatakan tengah menjalani masa sanggah atau periode banding. Direktur Bisnis Persela, Pradita Aditya, menyebut pihaknya masih berupaya melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.
Aditya menjelaskan dari lima kriteria utama Club Licensing, yakni Sporting, Legal, Infrastructure, Administration & Personnel, serta Finance, sebagian besar sudah terpenuhi.
"Kriteria satu sampai empat kemarin sebenarnya sudah clear. Meskipun ada beberapa poin kecil yang belum lengkap, tapi statusnya masih aman," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat 15 Mei 2026 pagi.
Aditya membeberkan kendala utama berada pada aspek keuangan yang menjadi kriteria kelima. Ia menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan transisi manajemen yang terjadi sebelumnya.
"Poin lima, kita belum bisa menyuguhkan report finance. Karena saya baru masuk di pertengahan Desember (2025). Jadi hasil CL yang keluar 2026 ini sebenarnya proses dari tahun 2025," jelasnya.
Manajemen Persela menyebut telah membentuk tim khusus untuk mengejar kelengkapan dokumen dalam dua bulan terakhir.
"Dua bulan ini sudah 'digeber' sama tim. Sehingga kriteria satu sampai empat sudah beres. Manajemen sudah ada Timsus yang konsen untuk CL ini," tambahnya.
I League dan PSSI masih membuka kesempatan bagi klub untuk melengkapi dokumen serta mengajukan banding hingga 22 Mei 2026. Manajemen Persela optimis sanksi pengurangan poin dapat dihindari apabila laporan keuangan segera dipenuhi.
Selain Persela, sejumlah klub Liga 2 lainnya seperti Persiraja Aceh, PSBS Biak, dan Persiba Balikpapan juga belum dinyatakan lolos lisensi. Sementara itu, klub yang sudah memenuhi standar antara lain Semen Padang, PSMS Medan, dan Bekasi City.










