TVRINews, Surabaya
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama TVRI Jawa Timur menggelar rapat koordinasi pemantapan rencana nonton bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Rapat ini membahas kesiapan lintas dinas guna menjamin kelancaran acara yang menyasar hiburan publik serta pemberdayaan ekonomi lokal, Selasa 14 Juli 2026.
Rapat yang berlangsung di Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim itu dipimpin langsung oleh Kepala Dispora Jatim, Dr. Muhamad Hadi Wawan Guntoro, bersama Kepala TVRI Stasiun Jawa Timur, Syalom Salombe.
Pertemuan ini dihadiri sejumlah perwakilan dinas vital, antara lain Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, serta pihak Rumah Sakit Dr. Soetomo.
Agenda utama rapat menyoroti pembagian tugas teknis dan keamanan. Nobar bertajuk "Bola Gembira" ini dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli 2026, bertepatan dengan partai puncak Piala Dunia 2026.
Hadi menegaskan bahwa forum tersebut bertujuan untuk memastikan semua sektor siap menjalankan perannya.
"Jadi ini rapat untuk kita saling ngecek tugas masing-masing, terkait dengan kegiatan nanti ada nobar bola gembira untuk Piala Dunia yang insyaallah untuk finalnya tanggal 20," ujar Hadi saat ditemui usai rapat, Selasa, 14 Juli 2026.
Selain menyajikan tayangan sepak bola kelas dunia, kegiatan ini dirancang sebagai katalis perputaran ekonomi kerakyatan. Hadi menyatakan bahwa kolaborasi strategis ini melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam skala besar.
"Harapannya ini bisa berjalan lancar, kolaborasi antara Pemprov, nanti tentunya dengan Kota Surabaya, dengan TVRI dan yang lainnya. Intinya kita dengan kegiatan ini juga akan melibatkan UMKM, sehingga secara ekonomi pasti akan ikut terdongkrak sekaligus memeriahkan event ini," tambahnya.
Demi menarik antusiasme warga, panitia juga menyiapkan sejumlah hiburan tambahan serta doorprize.
"Insyaallah kita berupaya, nanti akan ada hadiah doorprize untuk menyemarakkan," tegas Hadi.
Sementara itu, Kepala TVRI Stasiun Jawa Timur, Syalom Salombe, menekankan dampak positif yang ditimbulkan dari penyelenggaraan nobar serupa. Menurutnya, kegiatan yang disiarkan TVRI tidak hanya menjadi hiburan gratis bagi publik tetapi juga menyentuh langsung sektor informal.
Ia mengapresiasi kesigapan Forkopimda Jatim yang merespons cepat arahan pemerintah pusat melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri.
"Kegiatan nobar yang diselenggarakan TVRI memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM," ujar Syalom.
Ia berharap sinergi ini mampu menghadirkan tontonan yang aman, nyaman, dan meriah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui sinergi antara TVRI Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kegiatan nobar Final Piala Dunia 2026 diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. Pengamanan serta akses transportasi menuju lokasi turut menjadi perhatian serius untuk memastikan pengalaman nobar yang inklusif dan tertib.










