TVRINews, Sumenep
Wakil Bupati Sumenep K.H. Imam Hasyim meninjau Posko Disaster Victim Identification (DVI) Ante Mortem Biddokkes Polda Jawa Timur untuk memastikan proses identifikasi korban musibah terbakarnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II berjalan lancar.
Kunjungan tersebut dilakukan pada Senin, 3 Agustus 2026, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap proses penanganan korban kapal yang terbakar di perairan laut Sumenep, Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Imam Hasyim menyampaikan Pemkab Sumenep siap mendukung berbagai kebutuhan penanganan korban, termasuk penyediaan sarana dan prasarana serta koordinasi bersama instansi terkait.
"Kita sudah siap, sarana prasarana telah didukung dari semua pihak. Terimakasih untuk BPBD, Basarnas, TNI/Polri dan Dinas Sosial bergerak cepat mendirikan tenda untuk menampung para korban. Kami juga menerima laporan bahwa sejumlah korban sebagian sudah mendapatkan penaganan yakni 9 orang masing-masing 5 orang di rawat di RS di Surabaya dan 4 orang di RS Sumenep," terang Wabup Sumenep, Senin 3 Agustus 2026.
Sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan di lokasi penanganan, mulai dari tenda darurat hingga layanan medis. Fasilitas tersebut berasal dari BPBD, TNI/Polri, Basarnas, serta Dinas Sosial Kabupaten Sumenep.
Berdasarkan data sementara, jumlah manifest penumpang KMP Mutiara Sentosa II tercatat sebanyak 271 orang. Sebanyak 233 orang telah ditemukan, dengan rincian 228 orang selamat dan 5 orang meninggal dunia. Sementara itu, proses pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan masih berlangsung bersamaan dengan verifikasi ulang data manifest.
KMP Mutiara Sentosa II sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Makassar pada Minggu (2/8/2026). Kapal tersebut mengalami kebakaran di sekitar 19 mil laut sebelah utara Pulau Sapudi hingga mengalami kerusakan berat.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD, serta unsur terkait lainnya masih melakukan pencarian dan penanganan korban sesuai standar operasional prosedur (SOP) selama tujuh hari ke depan.









