TVRINews, Malang
Satu bulan Kepengurusan Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Jatim telah terbentuk. Didaulat sebagai Ketua Pengprov KPSTI Jatim adalah Irjen (Purn). Drs. A Rachmad Fudail. Kepengurusan KPSTI Jatim ini sesuai rencana akan dikukuhkan oleh Ketua Umum PB KPSTI pada 26 Agustus 2026 di Gedung DPRD Kota Malang. Berbagai persiapan proses pengukuhan kini terus dimatangkan.
Sebagai Pembina KPSTI Jatim, Walikota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi pembentukan KPSTI Jatim. Wahyu menegaskan siap dilantik dan mensuport KPSTI guna mempersatukan berbagai perguruan pencak silat yang ada dan melestarikannya budaya asli Indonesia ini.
Ketua Pengprov KPSTI Jatim, Rachmad Fudail mengatajan bahwa organisasi ini di pusat telah terbentuk. Kini di Jatim ditindak-lanjuti dengan membentuk kepengurusan provinsi.
Menurutnya, KPSTI Jatim dibentuk untuk menggelorakan budaya-budaya di masyarakat, khususnya pencak silat. Selama ini mungkin masyarakat mengertinya adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi ini lebih kepada prestasi. Namun, KPSTI ini dibentuk lebih untuk mewadahi budaya-budaya yang hidup di masyarakat. Khususnya pencak silat.
"Mulai dari ritualnya, tradisinya, budayanya, makanannya, yang ada di Jatim ini, mulai mengatakan dan kemudian kita sosialisasikan," papar Rachmad Fudail.

Setelah KPSTI Jatim terbentuk, Rachmad Fudail berencana untuk roadshow ke berbagai daerah di Jatim guna membentuk pengurus KPSTI tingkat kota dan kabupaten se Jatim. Rachmad akan silaturahmi ke para walikota dan bupati, untuk mendorong budaya-budaya di daerahnya untuk bisa ditampilkan lewat pagelaran-pagelaran," ujarnya.
Wakil Ketua IV KPSTI Jatim, Dwi Suntoro, menilai bahwa KPSTI adalah forum yang sangat baik sekali untuk mempersatukan budaya pencak silat Indonesia. Yang kedua, lanjut Dwi Suntoro, adanya KPSTI ini jelas akan menguatkan dan mengembangkan pencak silat tradisi, khususnya pencak silat budaya dan seni, sehingga itu tidak hilang terkikis oleh teknologi baru yang di media sosial lagi gencar.
"Dan juga yang jelas mendidik generasi yang akan datang untuk menjaga lebih baik dan mengenal apa itu budaya pencak silat yang merupakan sesuatu yang telah lahir dari budaya dan seni Indonesia sendiri," ucap Dwi Suntoro.
Budayawan dan Dalang dari Kota Malang, Ki Yudo Nugroho, secara terpisah mengaku merasa bangga dengan adanya KPSTI itu. Dia berharap KPSTI ini berkembang tak hanya di Jatim, tetapi juga nasional.
"Karena kemarin-kemarin kita bicara mencari asal budaya Nusantara, sehingga sampai ada kongres di Kabupaten Malang, dan ini bagai gabung bersambut, supaya mewujudkan dengan catatan bahwa ini harus dalam rangka persatuan dan kesatuan. Bukan untuk saling membaca situasi yang berbeda," pungkas Ki Yudo.










